Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) Nathania mencatatkan sejarah sebagai pembicara termuda dalam World Congress of Neurology (WCN) 2025. Di Seoul, Korea Selatan, ia memaparkan riset soal Tuberkulosis (TB) Meningitis dan stroke.
Mahasiswi tahun kedua Fakultas Kedokteran (FK) Unair ini tampil meyakinkan di hadapan pakar saraf internasional. Nathania membawa isu kesehatan yang selaras dengan misi Sustainable Development Goals (SDGs) terkait akses kesehatan publik.
“Saya bisa berdiskusi langsung dengan tokoh dunia dan melihat bagaimana kolaborasi global sangat penting dalam riset,” ujar Nathania, Selasa (17/3/2026).
Dalam ajang itu, ia berdialog dengan Presiden World Federation of Neurology (WFN), Prof. Wolfgang Grisold. Pertemuan ini membuka peluang kolaborasi internasional bagi para peneliti muda Indonesia di bidang neurologi.
Fokus risetnya menyasar TB Meningitis dan stroke karena angka kematian serta risiko kecacatan yang tinggi. Nathania berharap temuannya mampu mendorong solusi konkret, baik dalam aspek pencegahan maupun efektivitas terapi medis jangka panjang.
Prof. Wolfgang Grisold memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran delegasi muda ini. “Generasi muda adalah kunci masa depan neurologi dunia,” tegasnya.
Capaian Nathania di Seoul ini menjadi sinyal kuat kompetensi mahasiswa Indonesia di panggung sains dunia. Partisipasi ini membuktikan riset akademis lokal mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu kedokteran internasional. [ipl/but]






