Jember (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengembangkan AbsorRub, sebuah alat pengukur kadar karet kering secara real-time berbasis sensor Red, Green, Blue (RGB) dan loadcell yang dipadukan dengan pendekatan machine learning.
Alat ukur yang dikembangkan Moh. Apriliyan (S1 Teknik Pertanian), Afiq Nurdiansyah Putra,dan Muchamad Arif Hana Sasono (S2 Teknik Elektronika) ini meraih juara kedua Lomba Inovasi Alsintan Nasional yang digelar Agrinas Pangan Nusantara, di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Universitas Gadjah Mada, 2 September 2025.
Alat ini berpotensi menjadi inovasi strategis dalam mendukung industri karet nasional yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing. Ini dikarenakan AbsorRub mudah digunakan untuk mengukur kadar karet kering dengan cepat dan akurat. Para peneliti itu menguji coba AbsorRub di PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 5, Kebun Kalirejo, Glenmore, Banyuwangi.
Selama ini, kadar karet kering diikur dengan metode gravimetri di laboratorium yang membutuhkan waktu 6–8 jam dengan menggunakan bahan kimia asam semut, peralatan pengering, yang dinilai kurang praktis bagi penyadap karet maupun pabrik pengolahan.
Pemanfaatan sensor RGB untuk mendeteksi intensitas cahaya dan loadcell untuk mengukur berat lateks akan menghasilkan data yang diproses melalui algoritma machine learning, sehingga menghasilkan prediksi KKK secara objektif.
Menurut Apriliyan, alat ini memberi kepastian harga yang lebih adil. “Ini dikarenakan pengukuran bisa dilakukan langsung tanpa menunggu hasil laboratorium,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (12/9/2025/.
Pabrik juga diuntungkan, karena AbsorRub mempersingkat waktu analisis dan mengurangi penggunaan bahan kimia.
AbsorRub akan terus dikembangkan dengan menambah jumlah data input dan output agar akurasi prediksi semakin tinggi, karena berbasis machine learning. Bayu Taruna Widjaja Putra, guru besar Teknologi Pertanian memberikan arahan dari aspek mekatronika hingga penerapan machine learning.
Sementara dukungan teknis diberikan tim Precision Agriculture Indonesia yang membantu mendesain ulang AbsorRub agar lebih portable. [wir]






