Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggagas program Kampung Jahit Arumpreneur di Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.
Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi keluarga lewat pengembangan keterampilan menjahit yang dimiliki oleh ibu rumah tangga di wilayah setempat. Program ini melibatkan 15 mahasiswa UC Surabaya.
Dosen Pendamping Sri Nathasya Br Sitepu menjelaskan, para mahasiswa tersebut melakukan survei yang nantinya dipakai sebagai acuan agar program yang dibuat dapat sesuai dengan potensi yang ada.
“Dari survei sendiri, didapati bahwa rata-rata ibu rumah tangga di Glagaharum memiliki kemampuan menjahit,” kata Nathasya, Kamis (29/8/2024).
Ketua Pelaksana Program Teresa Samantha Satyanegara mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan dimulai dari Juni hingga Oktober 2024. Program ini mencakup pelatihan, pendampingan, dan penyediaan fasilitas.
“Kami memberikan pelatihan pembuatan pola gamis modern, padu-padan warna, kewirausahaan, dan berbagai aspek bisnis seperti pengemasan, promosi, serta pengelolaan data,” kata Samantha.
Terlebih, dalam program ini UC Surabaya melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk International Business Management, Fashion Design and Business, serta Hotel and Tourism Business.
Samantha dan tim merasa puas dengan respon positif yang diterima. Timnya mengaku senang dengan hasil program yang telah digagas ini.
“Meski jarak dari kampus UC ke desa cukup jauh. Harapan kami, program ini akan terus berjalan lancar dan memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat desa hingga akhir Oktober 2024,” kata Samantha.
Program ini juga menyediakan sesi workshop di Laboratorium Menjahit UC dan fasilitas untuk mengikuti pameran. Salah satu highlight dari program ini adalah partisipasi dalam Surabaya Great Expo di Exhibition Hall Grand City Mall Surabaya pada 14 Agustus 2024 lalu.
Produk gamis dan hijab buatan peserta pun mendapatkan sambutan positif masyarakat. Para peserta program juga menunjukkan antusiasme tinggi. Kholilah, salah satu peserta pun menyampaikan terima kasihnya kepada UC Surabaya.
“Jika tidak ada Universitas Ciputra, saya mungkin tidak akan pernah mengikuti pameran besar seperti ini. Terima kasih atas bantuan dan dukungannya,” tutur Kholilah.
Sementara itu, Kepala Desa Glagaharum Saifulloh Asy’ari memberikan apresiasinya. Pihaknya sangat menghargai upaya mahasiswa UC dalam membangun desa kami melalui program ini. “Dukungan mereka sangat berarti bagi kami,” ungkapnya. [ipl/ian]






