Surabaya (beritajatim.com) – Tim mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan nanofitosom dari ekstrak kulit buah naga sebagai alternatif terapi kanker payudara yang lebih aman dan minim efek samping.
Ketua tim, Roy Ardiansyah Putra mengatakan riset tersebut lahir dari keprihatinan terhadap tingginya efek samping pengobatan konvensional kanker payudara, seperti penurunan daya tahan tubuh hingga gangguan fungsi organ.
“Permasalahan utama yang ingin kami selesaikan adalah menurunkan risiko efek samping pengobatan kanker payudara,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Roy menjelaskan bahwa nanofitosom merupakan sistem penghantaran obat (Drug Delivery System) berbasis partikel nano yang mampu meningkatkan efektivitas terapi kanker. Mereka memilih kulit buah naga sebagai bahan dasar karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia dan selama ini dianggap limbah.
“Selain meneliti efek antikanker melalui mekanisme apoptosis sel, kami juga mengkaji potensi imunostimulan dari sediaan ini. Walau masih tahap hipotesis, kami berharap bisa menemukan terobosan baru dalam terapi kanker berbasis herbal,” tambah Roy.
Pengujian terhadap efektivitas sediaan ini masih berjalan secara in vitro. Meski menghadapi kendala seperti keterbatasan alat, bahan, dan waktu riset yang singkat, tim optimistis penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan obat herbal antikanker di Indonesia.
Ia dan tim berharap inovasi ini bisa menjadi pijakan awal menuju pengobatan kanker yang lebih aman, terjangkau, dan berbasis kekayaan hayati Indonesia.
Tim ini terdiri dari Callista Ovelia Leksono, Nanda Meiliani Putri, Putu Cita Ereihandea Wisna, dan Fairuz Izdihar Mashuri, dengan dosen pembimbing Prof. Retno Widyowati. Inovasi ini juga berhasil lolos pendanaan dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2025 yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek. [ipl/kun]






