Tuban (beritajatim.com) – Lahan pertanian di sepanjang jalur pipa minyak ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) kini menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa, melalui kolaborasi antara Yayasan eL-SAL Indonesia dan Politeknik Pertanian dan Peternakan (Poltana) Mapena Tuban.
Langkah ini diambil sebagai praktik pertanian berkelanjutan yang selama ini sukses dijalankan petani dengan mahasiswa di lahan demplot milik warga di wilayah Kecamatan Soko hingga Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono mengatakan bahwa kolaborasi ini sebagai upaya memperkuat kapasitas petani sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi calon tenaga ahli pertanian.
“Kami ingin praktik pertanian yang produktif di sekitar jalur pipa ini menjadi referensi belajar yang berkelanjutan,” ungkap Joni Wicaksono. Rabu (06/05/2026).
Sementara itu, Wakil Direktur Poltana Mapena, Masrur Muzadi juga menambahkan, keterlibatan mahasiswa di lapangan adalah kunci regenerasi petani. Mahasiswa juga berdiskusi langsung dengan dosen dan petani mengenai pengolahan lahan serta pengendalian hama tanpa ketergantungan penuh pada bahan kimia.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya melihat teori, tapi menyaksikan langsung bagaimana inovasi petani bisa menjawab tantangan mahalnya pupuk,” ujar Masrur Muzadi.
Ditempat yang sama, Manajer Program eL-SAL Indonesia, Imam Muqroni juga menambahkan bahwa keberadaan mahasiswa di lapangan memberikan energi baru bagi petani untuk terus berinovasi. Sinergi antara praktisi desa dan akademisi ini diharapkan mampu menciptakan standar baru bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Tuban.
“Mahasiswa juga dapat mempelajari bagaimana petani setempat berhasil menekan biaya produksi hingga 24 persen dan mendongkrak hasil panen hingga 10 ton per hektar melalui sistem semi-organik,” tutup Imam Muqroni. [dya/aje]






