Malang (beritajatim.com) – Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang (PBSI Unisma) mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di empat kampus lain. Hal tersebut dilakukan untuk peningkatan kompetensi dan kualitas lulusan.
Penanggung jawab kegiatan, Dr. Ari Ambarwati, M.Pd. menjelaskan bahwa PBSI menjadi pemenang hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) sehingga diberikan kesempatan untuk melangsung empat program, salah satunya pertukaran mahasiswa. Mahasiswa dikirimkan ke empat perguruan tinggi negeri ex-Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
“Meliputi Universitas Negeri Malang (UM) , Universitas Negeri Surabaya (Unesa) , Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Negeri Semarang (UNS), Selain itu juga ada program untuk asistensi mengajar di SMA Negeri 1 Kraksaan-Probolinggo Kemudian ada juga magang di balai bahasa Jawa Timur dan juga magang sea quill,” katanya kepada beritajatim.com, Selasa (15/8/2023).
Ambar melanjutkan, program pertukaran mahasiswa di UM, UNESA, UNY, dan UNS dilaksanakan dengan menjalin kerjasama dan mengirimkan mahasiswa ke empat kampus tersebut. Mahasiswa yang dikirimkan ke empat kampus tersebut ialah mahasiswa semester semester mahasiswa semester 5 dan 7
“Tujuan pelaksanaan program peningkatan lulusan program studi peningkatan kompetensi dan kualitas. Selain itu agar mereka mendapat pengalaman baru nilai kebhinekaan (keberagaman suku, agama, kepercayaan, kebudayaan, dan bahasa),” ungkap dosen PBSI dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unisma ini.
Diharapkan mahasiswa dapat menjalin pertemanan lintas budaya dan mengelola perbedaan. Disana mahasiswa juga dapat mengembangkan soft skills dalam hal kepemimpinan, kepercayaan diri, dan kepekaan sosial.
Mahasiswa juga berkesempatan mengambil pilihan mata kuliah selaras di luar prodi asal. Ada dua output dari kegiatan pertukaran mahasiswa, yaitu Video Praktik baik (best practice) pembelajaran di kampus mitra dan Catatan Praktik Baik dalam bentuk esai tentang pembelajaran yang diperoleh di kampus asal yang digabung menjadi kumpulan best practice.
Baca Juga: FEB Unisma Malang Gelar FGD Bersama Pakar dari Malaysia
Sementara itu, kaprodi PBSI Unisma, Dr. Moh. Badrih, M.Pd. menyampaikan bahwa pertukaran mahasiswa ini setara dengan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) di perguruan tinggi. Program tersebut memberikan keleluasaan dan mendorong mahasiswa meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti pembelajaran satu sampai dengan tiga semester sesuai minat di luar program studi atau perguruan tinggi lain.
“Mahasiswa memperkuat dan memperluas cakupan kompetensinya. Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan berinovasi dengan kreatif, serta mampu menerapkan praktik baik pembelajaran di Perguruan Tinggi mitra,” kata Badrih.
Salah satu mahasiswa, Thalita Kholilah Lutviana, yang mengikuti pertukaran mahasiswa di UNY merasa senang dengan adanya program ini. Thalita belajar di UNY dari Agustus 2023 hingga desember 2023.
“Bagi saya pribadi, program pertukaran mahasiswa yang dilaksanakan oleh prodi PBSI sangat luar biasa. Kami sebagai mahasiswa dari universitas swasta diberikan kesempatan untuk bersaing dengan mahasiswa universitas negeri. Awalnya minder, khawatir tidak mampu beradaptasi. Namun, ibu Ambar terus memotivasi saya, sekaligus melontarkan guyonan. Ah, belum bersanding kok sudah patah,” kata mahasiswa asal Malang ini.
Saat ini, dia bersama rekannya dari Unisma sudah mengikuti pertukaran ke UNY dengan perbedaan sistem akademik, suasana belajar mengajar, lingkungan, dan kuliner khas Yogyakarta. “Apapun yang nantinya akan menghadang, pasti akan mampu kami hadapi, meskipun perlahan. Setidaknya kami sudah mengalahkan segala gundah kami, bukan,” kata mahasiswa PBSI Unisma angkatan 21 ini. (dan/ted)






