Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat gagasan baru di bidang konstruksi dengan mengembangkan metode lean construction berkelanjutan.
Gagasan itu dibuat oleh Tim Nawasena 63 di bawah bimbingan dosen Retno Indryani. Inovasi ini juga mengantar tim meraih juara 2 kompetisi National Project Cost Estimation beberapa waktu lalu.
Gagasan itu berangkat dari seringnya keterlambatan pelaksanaan proyek dalam industri konstruksi di Indonesia. Akibatnya, muncul pemborosan material dan waktu sehingga mengurangi nilai proyek.
“Proyek konstruksi menjadi salah satu pekerjaan yang menghasilkan pemborosan paling banyak,” jelas anggota Tim Nawasena 63 Muhammad Ricky Ramadhan, ditulis Minggu (3/9/2023).
Dari situlah, Ricky bersama tim merumuskan metode lean construction. Yakni metode dengan meminimalisir pemborosan untuk meningkatkan nilai proyek. Fokusnya pada aspek keberlanjutan.
Ricky mengungkapkan, bahwa ada 4 gagasan dalam pengembangan metode tersebut. Pertama, zonasi area yakni pembagian area proyek menjadi dua bagian untuk dikerjakan secara tumpang tindih.
Kedua, rotasi bekisting di mana alat berupa cetakan beton dipakai untuk 4 kali pemakaian. Tim Nawasena 63 menginisiasi bahan phenolic film sebagai pelapis bekisting agar lebih tahan lama.
Sementara dari segi teknologi, Ricky dan timnya memprakarsai integrasi AI dan IoT terhadap perangkat yang ada. AI akan tersambung CCTV di lokasi konstruksi untuk menganalisis perkembangan proyek.
Ia menambahkan, bahwa data tersebut selanjutnya akan tersimpan dan dapat diakses oleh para stakeholders maupun pekerja konstruksi menggunakan gawai yang tersambung internet.
Baca Juga: Air Sumur Warga Tercemar, Wali Kota Kediri dan ITS Ambil Sampel
Keempat pengembangan itu, lanjutnya, saling terintegrasi dan bisa dijalankan dalam satu proyek. Punya metode runtut, Ricky yakin inovasi ini bisa meminimalisir pemborosan dengan berkelanjutan.
“Sejauh ini, masih jarang proyek konstruksi yang mengimplementasikan keempat inovasi tersebut bersamaan,” tutur mahasiswa Departemen Teknik Sipil ITS angkatan 2020 tersebut.
Bersama anggota timnya, yakni Kirana Dyanty Adhe Soranda dan Anisa Dyah Agustina, Ia berharap partisipasi mahasiswa di ajang kompetisi bidang konstruksi bisa terus berlanjut.
“Banyak ilmu yang diperoleh ketika berlaga. Semoga apa yang kami temukan ini dapat menjadi inspirasi serta mendukung perkembangan inovasi konstruksi ke depannya,” harapnya. [ipl/ted]
[berita-terkait number=”3″ tag=”its”]
Catatan Redaksi Berita Rilis dari ITS:
Pada pukul 08.45 WIB, Jumat 6 Oktober 2023 redaksi beritajatim.com menghapus 2 paragraf atas klarifikasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Alasan penghapusan dua paragraf karena narasi tersebut merupakan inovasi precast selimut pile cap dimiliki oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Proyek RSUP Persahabatan bukan inovasi dari 3 mahasiswa ITS.






