Surabaya (beritajatim.com) – Reaktivasi rel kereta api di Madura mendapat dukungan mayoritas warga. Dukungan dilontarkan karena akan menekan kemacetan di beberapa titik seperti kabupaten Bangkalan dan Sampang.
Di samping itu, program tersebut akan menekan angka kemiskinan esktrem di wilayah Madura, yaitu Bangkalan, Sampang dan Pamekasan.
Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep 2022, Nur Hayat meminta pemerintah segera menganggarkan program itu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2023 mendatang.
“BEM Madura mengawal isu kemiskinan, apalagi tiga kabupaten ini menjadi proyek pengentasan kemiskinan ekstrem. Harapan kita setelah program reaktivasi, maka tiga kabupaten itu secepatnya mampu keluar dari kemiskinan,” katanya.
Dikatakan dia, program reaktivasi rel kereta api itu sangat rasional dan efektif untuk menghubungkan empat kabupaten di Madura. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan pembuatan jalan tol.
“Selama ini problem utama di Madura salah satunya adalah kemacetan di Bangkalan dan Sampang. Jadi, perlu alternatif karena itu usulan Bupati Sumenep sangat bagus dan didukung semua pihak,” tambahnya.
Nur Hayat menambahkan, dengan adanya reaktivasi, maka ekonomi di Madura akan cepat bangkit. Selain sektor pertanian, dan peternakan, potensi pariwisata di Madura juga akan terangkat, karena akses di empat kabupaten itu menjadi lebih mudah.
“Harapannya transportasi bisa efektif dan membantu ekonomi di Madura, termasuk sektor pariwisata dan lain-lain. Karena itu harus direalisasikan secepatnya,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura”]
Nur Hasan menjelaskan, BEM se-Madura akan mengawal usulan dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi ke pemerintah pusat. Nantinya, hasil kajian yang akan dilakukan segera dikirimkan ke pemerintah pusat untuk dijadikan bahan pertimbangan.
Dia juga mengapresiasi usulan itu, karena akan mempermudah akses bagi mahasiswa di Madura yang akan kuliah ke Surabaya dan sekitarnya. Usulan itu dinilai sangat memperhatikan aspirasi mahasiswa di Madura yang selama ini menginginkan akses transportasi cepat dan murah.
“Itu sudah menjadi keinginan masyarakat Madura dan teman-teman mahasiswa kalau kuliah di luar Madura. Ini karena kereta lebih efektif, nyaman dan murah,” pungkasnya. [tok/but]






