Sampang (beritajatim.com) – Aliansi Mahasiswa Sampang (AMS) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Rabu (14/1/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa poster tuntutan dan mengenakan atribut petani sebagai simbol solidaritas terhadap persoalan yang dialami petani lokal.
Aksi sempat berlangsung tegang. Ketegangan karena massa tidak kunjung ditemui Kepala Dinas Pertanian.
Mahasiswa kemudian mencoba masuk ke area kantor. Terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian.
Korlap aksi, Zainal, menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja Dinas Pertanian. Terutama terkait lemahnya pengawasan distribusi pupuk bersubsidi.
Ia menilai masih banyak kios yang diduga menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) tanpa sanksi tegas, sehingga merugikan petani.
Selain itu, AMS juga menuntut kejelasan terkait dugaan hilangnya aset negara berupa mesin hand traktor milik dinas.
“Kami meminta kasus tersebut di audit terbuka dan transparan,” tegasnya
“Apabila dalam waktu kurun 4×24 jam tidak ada tindak lanjut yang jelas dan bertanggung jawab, kami akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar lagi,” imbuhnya
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bidang Sarana Pertanian Dispertan KP Sampang, Nurdin, menyatakan pihaknya membuka ruang pelaporan bagi siapa pun yang menemukan pelanggaran penjualan pupuk bersubsidi.
Ia menegaskan kios yang terbukti melanggar HET dapat langsung dicabut izinnya.
“Sementara terkait dugaan hilangnya mesin hand traktor, kami pastikan kasus tersebut telah dilaporkan dan saat ini sedang ditangani oleh Polres Sampang,” tandasnya. [sar/but]






