Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa dari sejumlah negara mengikuti kegiatan ‘4th International Summer Course 2024’ Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Mereka belajar dari dekat proses destilasi minyak kayu putih di Wisata Kemitraan Bukit Kayoe Putih dan pabrik minyak kayu putih di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto bersama wisata edukasi Bukit Kayoe Putih menerima puluhan mahasiswa dari Yaman, Pakistan, India, Filipina, Mesir, Srilangka dan Malaysia. Kegiatan tersebut untuk memberikan wawasan mendalam tentang penerapan konsep pelayanan rumah sakit syariah kepada para mahasiswa.
Administratur Perum Perhutani KPH Mojokerto Rusydi melalui Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata (Kasi PE) Suyasman mengatakan, puluhan mahasiswa tersebut berasal dari Jurusan Farmasi. “Ini merupakan salah satu program. Mereka diajak mengenal dari dekat proses pembuatan minyak kayu putih sebagai bahan obat atau farmasi,” ungkapnya.
Menurutnya, wilayah KPH Mojokerto mempunyai Kelas Perusahaan Jati dan Kayu Putih. Sehingga KPH Mojokerto merasa bangga atas kedatangan mahasiswa dari sejumlah negara tersebut untuk berkunjung ke beberapa obyek pilihan kunjungan. Diantaranya wisata Bukit Kayoe Putih dan pabrik minyak kayu putih di Mojokerto.
“Mereka melihat dari dekat proses destilasi Daun Kayu Putih (DKP) menjadi Minyak Kayu Putih (MKP). Semoga semua penjelasan dan kondisi lapangan bisa memberikan gambaran yang jelas tentang edukasi proses destilasi DKP tersebut kepada para mahasiswa yang berkunung ke pabrik minyak kayu putih,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa dari Pakistan, Muhammad Adil Khan mengatakan, owner Bukit Kayoe Putih dan Perhutani Mojokerto memberikan pelayanan kepada mahasiswa dengan bagus. “Dengan kegiatan ini, kami dapat mempraktekkan apa yang kami pelajari di buku. Terima kasih atas sambutan hangat dan edukasi yang diberikan kepada kami,” tegasnya. [tin/suf]






