Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan kembali mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp12 miliar pada tahun 2026 untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Panekan. Anggaran ini difokuskan pada penyelesaian fisik bangunan serta pemenuhan sarana dan prasarana, termasuk alat kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rohmat Hidayat, mengatakan proyek pembangunan RS Panekan sebelumnya belum rampung akibat keterbatasan anggaran pada tahun 2025. Dari total kebutuhan sekitar Rp24 miliar, hanya separuh yang dapat direalisasikan karena adanya kebijakan efisiensi.
“Anggaran tahun ini sekitar Rp12 miliar digunakan untuk menyelesaikan fisik sekaligus mulai melengkapi alat kesehatan,” ujar Rohmat, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan RS Panekan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Setiap tahun, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran secara bertingkat guna memastikan progres pembangunan tetap berjalan.
Namun, Rohmat menegaskan bahwa operasional rumah sakit tidak hanya bergantung pada penyelesaian fisik bangunan. Ketersediaan alat kesehatan serta sumber daya manusia (SDM), khususnya dokter spesialis, menjadi faktor penentu utama.
“Target kami rumah sakit bisa beroperasi pada 2028, dengan catatan kebutuhan alat kesehatan terpenuhi dan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, tersedia,” jelasnya.
Ia mengakui, pemenuhan SDM kesehatan masih menghadapi tantangan, terutama akibat keterbatasan anggaran belanja pegawai daerah yang dibatasi proporsinya terhadap APBD. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya rekrutmen aparatur sipil negara, termasuk tenaga kesehatan.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Magetan tetap berupaya menyiapkan kebutuhan tenaga medis secara bertahap agar rumah sakit dapat segera difungsikan sesuai target.
Keberadaan RS Panekan dinilai penting untuk menambah kapasitas layanan kesehatan di Kabupaten Magetan. Saat ini, ketersediaan tempat tidur rumah sakit masih belum ideal dibandingkan jumlah penduduk.
Dengan populasi sekitar 690 ribu jiwa, kebutuhan tempat tidur rumah sakit diperkirakan mencapai 690 unit atau rasio satu tempat tidur per 1.000 penduduk. Sementara itu, jumlah tempat tidur yang tersedia saat ini baru berkisar 400 unit.
“Kebutuhan tempat tidur masih kurang cukup banyak, sehingga keberadaan RS Panekan diharapkan bisa menutup kekurangan tersebut,” pungkas Rohmat. [fiq/beq]






