Magetan (beritajatim.com) – Camat Kawedanan Ari Budi Astuti mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan pembukaan jalur pendakian Gunung Bancak melalui Desa Giripurno. Upaya ini menjadi langkah awal pengembangan sport tourism dan integrasi pengelolaan wisata oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Giripurno.
Ari menjelaskan, jalur dan perlengkapan dasar menuju Puncak Bancak sudah mulai dipetakan. Bahkan dirinya telah menjajal langsung trek pendakian dari Dukuh Suci yang sebelumnya dikenal sebagai jalur trail.
“Ini sudah kami persiapkan jalur dan kelengkapan untuk membuat sport tourism ke Puncak Gunung Bancak via Giripurno. Saya sudah ngetrek langsung, sekitar satu jam dari start Dukuh Suci sudah sampai puncak,” ujarnya, Kamis (11/12/2025)
Vegetasi di sepanjang jalur yakni mayoritas pohon jati berbagai ukuran, beringin, dan duwet atau jamblang. Jarak dari Dukuh Suci sampai Puncak Gunung Bancak sekitar 2 km, dengan jarak tempuh satu jam. Ketinggian mencapai 636 mdpl. Sangat cocok bagi pendaki pemula yang ingin memulai belajar.
Menurut Ari, jalur yang digunakan merupakan kombinasi antara jalan setapak lama, lintasan trail, serta jalur yang biasa dipakai warga untuk mencari kayu. Meski pendek, elevasi tajam membuat beberapa titik masih perawan dan membutuhkan penataan, termasuk pijakan dan tali pengaman jika diperlukan.
Camat Ari menegaskan bahwa pengelolaan Gunung Bancak direncanakan berada di bawah BUMDes Giripurno. Tujuannya agar pendapatan dari wisata dapat masuk sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Kalau Gunung Kendil di Genilangit Poncol itu dikelola perseorangan, Bancak nanti proyeksi saya dikelola BUMDes. Biar ada PAD untuk Desa Giripurno,” jelasnya.
Ia menyebut, koordinasi dengan Kepala Desa, BPD, dan Karang Taruna telah dilakukan. Tahun 2025 Pemdes akan menggunakan anggaran untuk pelatihan tim rescue, bekerja sama dengan BPBD dan SAR demi memastikan standar keselamatan pendaki.
“Karena ini sifatnya untuk umum, maka kami perlu untuk melatih pemuda setempat terkait penyelamatan dan hal-hal yang terkait dengan safety yang menunjang aktivitas para pendaki nanti,” katanya.
Tahun berikutnya, BUMDes akan mendapatkan penyertaan modal untuk studi banding, pengadaan kebutuhan pendakian, pembukaan jalur, pembuatan plang penanda, pembangunan basecamp, serta beberapa pos pendakian.
“Harapannya pertengahan tahun 2026 bisa segera dibuka. Sehingga, bisa menunjang sektor pariwisata,” terangnya. [fiq/but]






