Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC sangat menyayangkan minimnya koordinasi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada pihak klub, seputar laga lanjutan kompetisi BRI Liga 1 Musim 2022-2023.
Hal tersebut disampaikan Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim selaku pengelola tim berjuluk Laskar Sape Kerrab, seiring dengan adanya surat pemberitahuan lanjutan kompetisi dari PT LIB.
Terlebih dalam surat resmi PT LIB tertanggal 3 Desember 2022, mereka menyampaikan jika lanjutan kompetisi pekan ke 12 hingga 17 digelar dengan format bubble di Jawa Tengah, pada Senin (5/12/2022) besok.
[berita-terkait number=”2″ tag=”Madura-united”]
Kondisi tersebut tentunya sangat mengagetkan manajemen klub, apalagi jangka surat pemberitahuan hingga pelaksanaan kick off hanya berjarak 2 hari.
“Minimnya koordinasi dari PT LIB ini tentu sangat kami sayangkan, hal ini sekaligus menandakan jika kompetisi terkesan dipaksakan,” kata Direktur Utama PT PBMB, Zia Ul Haq Abdurrahim, Minggu (4/12/2022).
Namun sebagai tim kontestan, tim binaan Fabio Lefundes tetap berangkat menuju Jawa Tengah, guna menjalani pertandingan yang akan akan mereka hadapi. Sekalipun mereka berupaya keras untuk mendapatkan tempat menginap bagi seluruh tim.
“Tim tetap berangkat, sekalipun hingga saat ini kami belum menemukan hotel untuk ditempati tim. Kondisi ini yang sangat kami sayangkan, padahal PT LIB memiliki regulasi yang justru mereka langgar sendiri,” sesalnya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pt-lib”]
Sebelumnya pria yang akrab disapa Zia juga menilai jika PT LIB terkesan kurang bijaksana dalam mengambil keputusan, “LIB dalam menentukan jadwal seperti diburu target pemenuhan konten siaran, sekalipun ada beberapa tahapan yang mereka abaikan, terutama aspek fundamental terkait tanggal kick off,” jelasnya.
“Secara prinsip kami senang atas kabar kelanjutan kompetisi ini, namun kami menyesalkan kompetisi yang seakan dipaksakan, dan terkesan abai terhadap pemberitahuan kepada klub kontestan,” sambung Zia.
Bahkan kondisi tersebut juga membuat klub kelimpungan budalam mempersiapkan tim, terlebih tim juga diliburkan dalam jangka waktu yang relatif lama pasca adanya tragedi Kanjuruhan, beberapa waktu lalu.
“Terkait dimulai kembali jadwal kompetisi ini, seharusnya diinformasikan dengan cara yang logis dan diberitahukan tidak secara mendadak kepada Klub,” pungkasnya. [pin/suf]






