Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United terus memusatkan perhatian pada sektor mentalitas maupun konfidensi individu dan tim di tengah padatnya jadwal kompetisi Super League 2025+2026. Bahkan pihak manajemen maupun tim pelatih menyadari konsistensi performa tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain, tetapi juga kesiapan fisik, mental, dan kedalaman skuad.
Bahkan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab juga tengah fokus untuk menghindari zona merah, terlebih saat ini mereka kembali menempati posisi zona degradasi, tepatnya di posisi 16 klasemen dengan koleksi 26 poin.
Torehan poin tersebut didapat berkat hasil 6 kami menang, 8 kali imbang, serta 14 laga berakhir dengan kekalahan. Mereka baru memasukkan 29 gol dan sudah kebobolan sebanyak 47 gol dari 28 laga yang dijalani.
Terlebih jadwal pertandingan yang relatif mepet juga memaksa mereka melakukan rotasi pemain secara intensif, khususnya dalam beberapa pekan terakhir. Hal tersebut dilakukan bukan sekedar menjaga kebugaran, tetapi juga memberi kesempatan kepada seluruh pemain untuk berkontribusi.
“Kami tidak punya banyak waktu pemulihan, jadi fokus kami sekarang adalah menjaga kondisi pemain tetap optimal. Semua pemain harus siap kapan pun dibutuhkan,” kata Karateker Madura United FC, Rakhmad Basuki, Kamis (23/4/2026).
Selain rotasi, tim juga meningkatkan program pemulihan seperti terapi fisik, sesi gym ringan, dan pengaturan nutrisi. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko cedera yang kerap menghantui tim dengan jadwal padat, terlebih mereka juga harus bekerja ekstra hingga akhir kompetisi untuk terhindar dari degradasi.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian khusus dari pihak manajemen yang dinilai bisa mempengaruhi performa tim, sekaligus harus ditangani secara serius. “Di sisi mental, kita juga memperkuat pendekatan komunikasi internal agar suasana ruang ganti tetap kondusif,” ungkapnya.
“Di tengah tantangan ini, kami tetap menargetkan posisi kompetitif di klasemen (terutama terhindar dari zona degradasi). Dukungan suporter diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim untuk terus menjaga tren positif,” tegas juru taktik yang akrab disapa Coach RB.
Dengan kombinasi strategi rotasi, peningkatan kebugaran, dan soliditas internal, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu optimistis mampu melewati fase krusial dan kembali bersaing di kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah musim depan.
“Fokus kami saat ini adalah tim sendiri, dan kami tidak terlalu memikirkan tim lain. Kami akan berjuang ekstra untuk segera keluar dari situasi krusial ini tanpa harus mengandalkan tim lain, tetapi harus dari kita sendiri,” pungkasnya.
Terdekat, Madura United akan kembali berlaga menjamu salah satu tim kuat, Dewa United FC pada pekan ke-29 Super League, di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Sabtu (25/4/2026) lusa. [pin/suf]






