Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) melakukan peluncuran maskot baru Polinema yang diberi nama “Si Prima”. Peluncuran itu dilakukan bersamaan dengan momen Wisuda ke-72.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menjelaskan bahwa kehadiran “Si Prima” bukan sekadar simbol visual semata. Maskot ini merupakan representasi konkret dari nilai-nilai baru (value) yang kini diusung oleh seluruh sivitas akademika, yakni PRIMA.
Dalam perancangannya, Si Prima tidak bisa dilepaskan dari identitas geografis Polinema yang berada di Malang, yang identik dengan simbol Singa. Namun, Supriatna menegaskan bahwa desain ini tidak menjiplak mentah-mentah bentuk singa pada umumnya.
“Kita tidak 100 persen menjiplak singa, namun mengambil bentuk utamanya sebagai basis. Mengambil identitas hewan ‘Raja Hutan’ berarti Polinema harus mengadopsi karakter positif dari singa itu sendiri,” ujar Supriatna kepada beritajatim.com, Selasa (2/12/2025).

Ia menekankan bahwa filosofi singa dipilih untuk menggambarkan semangat yang enerjik dan pantang menyerah. “Sifatnya harus enerjik, tidak boleh loyo. Semangat dari dalam harus kuat dan muncul. Inilah yang kita adopsi, termasuk simbol surai dan Tri Dharma perguruan tinggi di dalamnya,” tambahnya.
Lebih dalam, Si Prima sarat dengan simbolisasi visi masa depan Polinema. Terdapat elemen berlian yang melambangkan integritas sumber daya manusia (SDM) yang berharga dan kuat. Selain itu, aspek teknologi menjadi sorotan utama dalam desain maskot ini.
Supriatna memaparkan detail futuristik pada Si Prima, seperti keberadaan gear (roda gigi) dan elemen robotik pada bagian mata dan hidung.
“Gear adalah simbol teknologi. Di dalamnya ada unsur robot, meskipun hanya pada mata dan hidung, ini menandakan bahwa Polinema ingin advance dan canggih dalam penguasaan teknologi,” jelasnya.
Tak hanya soal teknologi, terdapat simbol globe (bumi) yang menyatu dalam desain tersebut. Hal ini menegaskan cita-cita Polinema untuk tidak hanya jago kandang, melainkan siap bersaing sebagai lembaga pendidikan vokasi unggul di kancah internasional.
Melalui akronim PRIMA, Direktur berharap lulusan Polinema mampu menjadi problem solver (pemecah masalah) di masyarakat dan dunia industri.
“Dengan maskot ini, kami harap lulusan mampu memecahkan masalah, mengedepankan integritas, serta menekankan pada tumbuh kembang potensi yang dinamis,” tegas Supriatna.
Sebagai penutup, peluncuran Si Prima menjadi komitmen Polinema dalam memberikan layanan pendidikan terbaik. Maskot ini menjadi sarana sosialisasi nilai-nilai kampus agar tertanam kuat di hati masyarakat dan seluruh warga Polinema. (dan/but)






