Malang (beritajatim.com) – Lulusan terbaik dari Fakultas Ilmu Politik (Fisip) dan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) sepakat mengatakan pendidikan di atas segalanya. Menurut Jihan Tavina Husna dan Aditasha Fadhila Ramdani, pengembangan diri apapun yang diikuti tetap yang utama adalah kuliah.
Jihan Tavina Husna, mantan duta hijab Universitas Brawijaya (UB) Malang memandang pendidikan di atas segalanya. Jihan diwisuda pada periode XVI, Minggu (16/7/2023) dengan IPK 3.66.
Selama kuliah banyak prestasi yang telah ditoreh, salah satu diantaranya dia dinobatkan sebagai Duta Hijab Radar Malang tahun 2021. “Selama menjadi Duta Hijab banyak tawaran untuk model dan endorse. Tapi yang utama tetap pendidikan,” ujar mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional UB ini.
BACA JUGA:
Kisah Wisudawan Terbaik Universitas Brawijaya, Cakap Organisasi dan Berprestasi
Menurutnya, dia bisa terlibat dalam berbagai kegiatan sampingan sebagai ruang untuk mengembangkan diri. “Itu sama penting tapi yang lebih penting adalah kuliah,” lanjut perempuan yang pernah menjadi Duta FISIP 2021 ini.
Menurut Jihan, dia selalu memperoleh banyak dukungan dari orang tua maupun keluarga. Keluarganya menghimbau agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin. “Ada ketakutan mengecewakan orang tua sehingga keinginan untuk membanggakan mereka sangat besar,” tuturnya.
Ketika kuliah, dia terbiasa melakukan jurnaling dan mengulangi materi perkuliahan yang diajarkan di kelas. Cara itu sangat membantu menyelesaikan kuliah tepat waktu. Dia tercatat juga aktif tergabung dalam organisasi Woman Crisis Center (WCC). Baginya dengan bergabung di organisasi tersebut dia turut berkontribusi dalam mengatasi kasus Indonesia darurat kekerasan seksual.

Senada dengan Tavina, Aditasha Fadhila Ramdani wisudawan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) meraih IPK 3.94 dan masa studi 3 tahun 5 bulan. Dia mengaku memanfaatkan waktu libur semester dengan menempuh semester pendek.
“Kebetulan saya dapat informasi kalau di Filkom bisa ambil semester pendek jadi saya manfaatkan itu. Lumayan bisa lulus satu semester lebih cepat sehingga beban UKT orang tua juga ikut berkurang,” terangnya.
Adit, sapaanya, mengatakan di awal perkuliahan merasa hanya menjadi mahasiswa biasa. Namun, setelah mengikuti program Bangkit di semester 6 dia merasa bisa berkontribusi pada masyarakat. “Pada semester 6 saya berkesempatan mengikuti Program Bangkit Akademi dan dari situ saya merasa punya prestasi,” lanjut Adit.
BACA JUGA:
Marching Band Universitas Brawijaya Juara Umum Langgam Indonesia Virtual 35
Semangat untuk berkontribusi kepada masyarakat ternyata mempengaruhinya dalam mengembangkan aplikasi penyedia salah satu jasa laundry di Malang. Dia menggarap tugas akhir kuliah atau skripsi dengan mengembangkan aplikasi untuk jasa laundry Sepatu Bersih.
“Aplikasi yang saya kembangkan adalah untuk proses antar jemput laundry sepatu. Alhamdulillah aplikasi tersebut diterima dengan baik dan bisa memenuhi kebutuhan mereka. Semoga aplikasi yang saya buat bisa digunakan untuk mempercepat proses bisnis mereka,” ucapnya.
Adit tercatat aktif dalam organisasi kampus Unit Aktivitas Band dan Badan Perwakilan Mahasiswa Sistem Informasi. Setelah lulus, dia berharap bisa tetap melanjutkan pengembangan aplikasinya. Meskipun begitu, dia sudah diterima kerja di anak perusahaan PT Telkom bernama NUTECH. [dan/suf]






