Jember (beritajatim.com) – Muhammad Khozin, anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa, kebanjiran bibit pohon berbagai jenis, saat lulus ujian promosi doktoral program Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026).
Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid mengirim bibit pohon alpukat dan belimbing. Artis dan anggota DPR RI Arzeti Bilbina Setyawan mengirimkan bibit pohon mangga. Mantan Bupati Jember Faida mengirimkan bibit pohon jambu air dan belimbing.
Sebagian pohon yang dikirimkan ternyata memiliki makna tersendiri. Badan Pengawas Pemilu RI misalnya, mengirim bibit pohon manggis karena melambangkan filosofi kejujuran yang didasarkan pada kesamaan jumlah kelopak bunga di bagian bawah kulitnya dan jumlah isi siung buah di dalamnya.
Khozin senang anjurannya diikuti oleh para undangan. “Saya sudah mewanti-wanti di surat undangan, bahwa tanpa mengurangi rasa hormat, agar tidak mengirim karangan bunga,” kata Khozin, usai acara sidang ujian terbuka.
Khozin menilai karangan bunga mubazir dan tidak bermanfaat. “Karangan bunga hanya dipakai dalam hitungan menit untuk difoto. Setelah itu dibuang. Itu kan akan menambah limbah sampah. Sebagai alternatif, kami mengajak para audiens untuk mendonasikan bibit pohon,” katanya.
Ada ratusan bibit pohon yang diletakkan di halaman gedung Multimedia Mayapada Universitas Jember. Rencananya semua bibit pohon itu akan disumbangkan untuk FISIP Universitas Jember. “Kami sangat mendukung semangat kampus Universitas Jember menuju Green Campus ya memiliki bentangan lahan yang luas dengan penghijauan juga,” kata Khozin.
Khozin juga ingin memanfaatkan momentum ujian disertasi ini untuk mewujudkan konsep tobat ekologis yang didengungkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. “Bagaimana menunjukkan kesadaran reflektif kita bahwa alam penting untuk dijaga, alam penting untuk dicintai,” katanya.
“Kita diciptakan Allah untuk berdampingan-dampingan sesama makhluk baik itu manusia, hewan atau tumbuhan. Ditambah lagi beberapa waktu belakangan kita dihadapkan kepada ujian berupa apa? Bencana alam yang tidak bisa dipungkiri harus diakui itu juga bagian daripada ulah-ulah kita,” kata Khozin.
Khozin ingin apa yang dilakukannya menjadi tradisi baru. “Mudah-mudahan ini menjadi satu gerakan baru untuk event-event, apakah itu pernikahan, ujian terbuka, atau kegiatan-kegiatan seremonial lainnya agar diarahkan kepada sesuatu yang lebih bermanfaat,” katanya.
Dosen Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Unej Kris Hendrijanto memuji inisiatif Khozin tersebut. “Ini terobosan ide yangg sangat brilian. Ucapan selamat dipampang bersamaan dengan bibit pohon mangga, blimbing, alpukat, dan lain-lain bukan hanya terlihat indah, namun juga jauh lebih bermanfaat untuk kemudian ditanam di lingkungan kampus FISIP, yang tengah menuju green campus,” katanya.
Sementara itu acara ujian terbuka disertasi Khozin juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya yang juga menjadi penguji eksternal. Tampak pula Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI, Ketua Komisi Pemilihan Umum RI M Afifuddin, Ketua Badan Pengawas Pemilu RI Rahmat Bagja, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh, Kepala LAN Muhammad Taufiq, Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman, Bupati Jember Muhammad Fawait, Forkopimda Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang.
Disertasi Khozin ini di bawah bimbingan promotor Abubakar Eby Hara, Co Promotor I Bayu Dwi Anggono, dan Co-Promotor II Selfi Budi Helpiastuti. Dalam disertasi berjudul “Pembinaan dan Pengawasan BUMD” ini Khozin mengungkapkan sengkarut yang terjadi dalam pengelolaan BUMD disebabkan konfigurasi kelembagaan yang kompleks.
Menurut Khozin, tidak terintegrasinya logika politik, bisnis, dan pelayanan publik dalam satu desain institusi yang konsisten menjadi penyebabnya. “Kondisi ini memicu variasi kinerja BUMD yang lebar, disparitas tata kelola antar daerah dan sektor, serta rendahnya kontribusi fiskal dan kemanfaatan bagi publik,” katanya. [wir]






