Mojokerto (beritajatim.com) – Dua pekerja yang menjadi korban kecelakaan kerja akibat ledakan alat pengering di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Welcoming Kitchen (WK) Catering Yayasan Anak Sekolah Indonesia Makmur, Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, kini telah diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Kedua korban sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mawaddah Medika, Kecamatan Ngoro, sekitar pukul 19.25 WIB untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar yang diderita. Mereka masing-masing Mohammad Binta Pranata (20), warga Dusun Gunungsari, Desa Watesnegoro, dan Suliadi (47), warga Dusun Ngoro, Kecamatan Ngoro.
“Kedua korban mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan, dan perut. Korban mengalami luka bakar ringan dan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Selanjutnya menjalani rawat jalan,” ungkap Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi, Selasa (16/12/2025).
Meski korban telah kembali ke rumah, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan tetap berjalan. Polisi telah menerima laporan kejadian, mendatangi lokasi, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
“Penyelidikan masih kami lakukan untuk mengetahui faktor penyebab ledakan setrimer pengering. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti ledakan alat pengering tersebut agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, selain dua pekerja mengalami luka bakar, satu unit setrimer pengering ompreng dilaporkan rusak. Polisi mengimbau pihak pengelola untuk lebih memperhatikan standar keselamatan kerja di area dapur. [tin/but]






