Reggio Emilia (beritajatim.com) – Kekalahan 0-3 dari Norwegia pada matcday ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Eropa kemarin ternyata berbuntut panjang bagi Luciano Spalletti. Sebab, hasil buruk itu berbuntut kepada pemecatan allenatore 66 tahun tersebut.
Total, Spalletti mendampingi Italia di 22 laga sejak 18 Agustus 2023. Persentase kemenangan yang diraihnya juga tidak terlalu impresif lantaran hanya di angka 50 persen hasil dari 11 kemenangan.
“Gabriele Gravina (presiden FIGC, Red) mengatakannya langsung (terkait pemecatan, Red) kepadaku,” papar Spalletti kepada La Gazzetta dello Sport.
Keputusan FIGC (PSSI-nya Italia) memecat mantan allenatore SSC Napoli, AS Roma, dan Inter Milan terkesan terburu-buru. Sebab, meski kualifikasi Piala Dunia telah memasuki matchday ketiga, Italia baru memainkan satu matchday di grup I.
Tetapi, tampaknya petinggi FIGC masih trauma dengan kualifikasi Piala Dunia. Ya, Gli Azzurri absen dalam dua edisi Piala Dunia terakhir (2022 dan 2018) lantaran gagal total di kualifikasi.
Menurut mereka, mengganti allenatore di tengah jalan bisa jadi solusi. Meski begitu, ancaman bahwa performa Italia kian memburuk juga terbuka.
Sebab, Italia sudah harus melawan Moldova Selasa (10/6) dini hari WIB. Laga yang dimainkan di Mapei Stadium, Reggio Emilia, itu harus dimenangkan Italia agar memperbesar peluang mereka ke Piala Dunia tahun depan. (dio)






