Surabaya (beritajatim.com) – LT MEN Power Run 2025 siap menutup rangkaian 11 seri fun run di Surabaya pada Minggu, 2 November 2025. Puncak ajang lari ini akan menghadirkan dua kategori utama, yakni 5K dan 10K, serta menawarkan hadiah podium untuk kategori pria dan wanita—sesuatu yang tidak ada di seri-seri kota sebelumnya.
Peserta juga akan mendapatkan jersey dan medali dengan desain khusus untuk Surabaya. Untuk kategori 10K, medali bergambar tokoh pahlawan Bung Tomo, sedangkan untuk kategori 5K menampilkan ikon Suro dan Boyo.
“Desain medali dan jersey di setiap kota selalu berbeda, mengangkat kearifan lokal. Dengan begitu, pelari mendapat pengalaman unik jika mengikuti beberapa seri LT MEN Power Run,” kata Project Director LT MEN Run 2025, Njoo Han Liang, Minggu (10/8/2025).
Sebelumnya, di Kediri, medali menampilkan ikon Simpang Gumul; di Blitar bergambar Presiden Soekarno; dan di Banyuwangi bergambar penari Gandrung.
Persiapan Peserta dan Target Penyelenggara
Daniel RY, anggota komunitas Delta Runner Sidoarjo, mengaku sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari meski masih berstatus pelari rekreasional.
“Kami harus mempersiapkan fisik, cukup tidur, istirahat, dan menyesuaikan detak jantung,” ungkap Daniel dalam acara launching jersey di Surabaya Suite.
Vice President PT Rembaka, Johanes Tangguh, menargetkan 2.500 peserta hadir di Surabaya. “Kami menutupnya di Surabaya karena memang base kami ada di sini. Ini adalah blueprint LT MEN Power Run di Indonesia,” ujarnya.
Start dan finish direncanakan berlangsung di Parkir Timur Delta, dengan rute melewati ikon-ikon kota Surabaya. Detail rute akan diumumkan setelah finalisasi perubahan teknis. [way/but]






