Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah semarak perayaan Imlek atau Tahun Baru China, ragam kudapan yang memikat dan sarat akan makna terus menghiasi meja makan. Tidak hanya mie yang terkenal sebagai simbol umur panjang, tetapi juga Lontong Cap Go Meh, salah satu kuliner istimewa yang tak boleh terlewatkan.
Di salah satu kedai legendaris di kawasan Kapas Krampung, Surabaya, Babah Hoi Kuliner menawarkan pengalaman kuliner yang tak hanya menarik tetapi juga autentik bagi para pencinta masakan Tionghoa. Terletak di kawasan hidden gem kota ini, kedai ini menyuguhkan menu istimewa yang menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin merayakan tanpa repot memasak di rumah.
Dari lontong mie hingga mie kering, Lontong Cap Go Meh menonjol dengan kuah kental beraroma gurih santan, disertai dengan opor ayam dan sambal goreng ati yang memikat lidah. Yang membuatnya berbeda adalah penggunaan rebung sebagai bahan dasar, memberikan cita rasa dan aroma yang khas dan kuat, menyempurnakan kenikmatan kuliner ini.
Meirita Muktiana, seorang warga Bronggalan Sawah, menjadi salah satu pengunjung setia tempat ini. Baginya, keunikan Lontong Cap Go Meh dengan rebung membuatnya tak bisa berhenti mengagumi cita rasanya yang khas.
“Tidak hanya masakan yang lezat, tetapi juga semua makanan di sini dijamin halal. Kue tiram asli mereka dengan ukuran 10 sentimeter, berisikan ayam, rumput laut, dan tiram, dilapisi dengan tepung bak ote-ote, memberikan sensasi gurih yang tiada tanding,” ungkapnya.
Meskipun harga yang ditawarkan tidaklah murah, dimulai dari 15 ribu hingga 30 ribu rupiah untuk makanan, dan 16 ribu rupiah untuk kue tiram, namun rasanya yang otentik dan kehalalan semua produknya membuat tempat ini menjadi destinasi favorit bagi para pecinta kuliner khas Tionghoa di Surabaya. (way/kun)






