Surabaya (beritajatim.com) – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit pernapasan lainnya tengah meningkat di Kota Surabaya sejak akhir tahun 2024. Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan aktivitas masyarakat yang tinggi selama libur Natal dan Tahun Baru.
“Sebagian besar dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan mobilitas masyarakat yang cenderung sangat tinggi di periode tersebut,” ujar Nanik, Senin (6/1/2025).
Lonjakan kasus mulai terasa sejak November, saat musim pancaroba beralih dari kemarau ke hujan. Dinas Kesehatan memprediksi kondisi ini akan berlangsung hingga musim hujan selesai pada awal tahun 2025. Peningkatan risiko paling tinggi terjadi selama November dan Desember, ketika intensitas curah hujan meningkat.
“Risiko peningkatan terjadi pada dua bulan terakhir pada periode akhir tahun November dan Desember, seiring memasuki perubahan cuaca dari musim panas ke musim penghujan, sampai dengan peningkatan curah hujan di Bulan Desember dan awal tahun baru,” jelasnya.
Nanik menyebutkan, situasi ini tergolong normal dan berulang setiap tahun, terutama pada momen libur panjang akhir tahun. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Sehingga penting untuk memperhatikan kesehatan dengan cara menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari kerumunan jika memungkinkan,” imbuhnya.
Selain cuaca, beberapa faktor lain seperti penurunan kekebalan tubuh, risiko penularan virus akibat aktivitas masyarakat yang meningkat, dan tingkat kelembapan yang lebih tinggi turut berkontribusi pada kenaikan jumlah kasus. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, istirahat cukup, dan kebersihan lingkungan.
Nanik juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala parah seperti demam tinggi, batuk berdahak selama lebih dari dua pekan, sesak napas, nyeri dada, atau sakit kepala berat.
“Jika gejala yang dirasakan semakin parah atau tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter,” pungkas Nanik. [asg/beq]






