Mojokerto (beritajatim.com) – Lonjakan harga beras yang terjadi akhir-akhirnya ini menjadi pendorong inflasi di Kabupaten Mojokerto. Tercatat laju inflasi di Kabupaten Mojokerto mencapai 2,47 persen pada periode September 2023, naik 0,32 persen dari bulan sebelumnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi mengatakan, ada 10 komoditi penyumbang inflasi salah satunya adalah kenaikan harga beras.
“Kenaikan nilai inflasi di Kabupaten Mojokerto dipengaruhi oleh kontribusi dari naiknya harga beras,” ungkapnya, Selasa (17/8/2023).
Hal itu dimungkinkan dapat memicu kenaikan harga barang atau jasa dan lainnya. Sementara, komoditi penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Mojokerto yakni beras, tahu mentah, bahan bakar rumah tangga dan bawang putih.
BACA JUGA:
Selidiki Penyebab Kebakaran di Puskesmas Blooto Mojokerto, Labfor Polda Jatim Turun Tangan
Sedangkan penghambat inflasi dari kontribusi deflasi di beberapa komoditas. Seperti telur ayam ras, kancang panjang, tarif telepon, daging sapi, dan tempe.
“Kalau harga beras naik kan itu perkembangan harian, nanti dalam sebulan kita evaluasi, intervensinya kita ada operasi pasar. Intinya kita kendalikan inflasi di angka-angka yang relevan,” katanya.
BACA JUGA:
Gudang UPT Puskesmas Blooto Mojokerto Terbakar, Satu Tenaga Honorer Dievakuasi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara massif melakukan evaluasi untuk menekan inflasi tersebut. Pihaknya menilai inflasi Oktober cenderung stabil meski ada kenaikan sedikit sekitar 0,29 persen jika dibandingkan Agustus lalu.
“Setiap bulan ada evaluasi, paling tidak kita kendalikan agar stabil. Kalau inflasi meningkat tidak boleh terlalu besar dan inflasi rendah jelek juga. Untuk inflasi Januari-September 2,47 persen. Idealnya kita di angka 3, harus seperti itu dan angka rata-rata per bulan kita harus pertahankan terus,” tegasnya.
Menurutnya, penyumbang inflasi berubah-ubah sehingga tidak bisa diprediksi dalam setiap bulannya. Sehingga TPID secara massif akan melakukan evaluasi setiap bulan untuk menekan inflasi tersebut. [tin/beq]






