Lumajang (beritajatim.com) – Bencana tanah longsor terjadi di Kilometer 57 Piket Nol, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (28/2/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.
Longsor tersebut menutup total akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang.
Petugas gabungan bersama relawan segera melakukan pembersihan material longsor menggunakan dua alat berat. Namun, upaya tersebut masih terkendala oleh keberadaan batu besar yang menghalangi jalan, sehingga akses kendaraan roda empat belum sepenuhnya normal.
“Awalnya jalur tertutup total, tetapi kini sudah bisa diberlakukan sistem buka tutup agar kendaraan dapat melintas secara bergantian,” ujar Kapolsek Candipuro, Iptu Lugito.
Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat longsor tersebut. Meski demikian, proses pembersihan diperkirakan akan memakan waktu hingga tiga hari karena diperlukan alat berat tambahan, yakni breaker stone, untuk memecah batu besar yang masih menghalangi jalan.
“Evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari karena adanya batu besar yang menutup jalan. Kami memerlukan alat pemecah batu untuk mempercepat proses pembersihan,” tambah Lugito.
Sementara itu, petugas dan relawan tetap bersiaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Meskipun cuaca dalam beberapa hari terakhir terpantau cerah tanpa hujan, pengendara tetap diimbau untuk berhati-hati.
Sebagai alternatif, pengguna jalan dapat melalui jalur Curah Kobokan di Desa Sumberwuluh yang dinilai lebih aman selama kondisi cuaca mendukung.
“Jika tidak ada hujan maupun banjir, jalur Curah Kobokan bisa menjadi pilihan bagi pengendara yang ingin melintas,” pungkas Lugito. (ted)






