Magetan (beritajatim.com) – Longsornya tebing di Desa Ngaglik, Parang, Magetan, Jawa Timur dan talud jembatan di Desa Kuwon, Karas, Magetan jadi perhatian serius BPBD Magetan. Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa mengungkapkan pihaknya tetap menyiagakan para personil sekaligus tetap.mengimbau warga untuk terus waspada.
Menurut Ari, curah hujan di Magetan masih cukup tinggi. Sehingga, potensi terjadi bencana masih rawan. Bukan hanya di wilayah yang sudah rawan longsor tapi juga di beberapa kawasan yang dekat dengan aliran sungai. Terlebih sungai Gandong.
”Untuk dua lokasi ini memang sudah cukup rawan longsor. Kawasan Parang kerap terjadi longsor menurut catatan register bencana kami. Untuk desa Kuwon kebetulan letak lokasi longsor ini berdekatan dengan jembatan. Dan konstruksi jalan juga tidak mendukung aliran air hujan untuk langsung masuk ke sungai,” kata Ari usai mengecek lokasi longsor di Desa Kuwon, Karas, Magetan, Jawa Timur, Kamis (20/1/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”longsor-magetan”]
Meski sudah masuk peta rawan bencana longsor, pihaknya masih belum mengkoordinir penduduk di kawasan yang rawan untuk tetap mengaktifkan Desa Tangguh Bencana. Sehingga, saat terjadi longsor mereka bisa lebih bersiaga. Meski sebentar lagi sudah memasuki musim kemarau.
”Tapi bukan berarti saat kemarau bisa aman, karena jika nanti kemaraunya panjang, maka bisa membuat retakan tanah yang lebar, dan akan berbahaya saat musim penghujan,” terangnya.
Hingga kini pihaknya masih terus memantau kawasan tebing Kali Gandong. Saat longsor bisa saja material justru menghambat aliran air. Hal inilah yang pihaknya tetap waspadai. Bagaimanapun, aliran air tetap harus terjaga. Jika sampai terhambat maka akan membahayakan tebing – tebing yang lain.
Lantaran, hentakan arus air yang deras di musim penghujan juga bisa mengakibatkan longsor susulan. ”Kami sudah mengimbau pada warga yang di dekat sungai untuk selalu waspada,” terangnya. (fiq/ted)






