Bondowoso (beritajatim.com) – Beredar flyer perekrutan karyawati kontroversial dari Conato Bakery untuk penempatan di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso.
Di salah satu persyaratan yang dicantumkan, calon karyawati harus bersedia membuka hijab.
Flyer kontroversial ini memantik reaksi publik. Terlebih ketika tersebar di beberapa grup media sosial, Minggu (14/7/2024) malam.
Ketua GP Ansor Bondowoso, Luluk Hariyadi juga mengakui bahwa dirinya banyak mendapatkan kiriman informasi perihal flyer tersebut.
“Yang WA saya lebih 20 orang. Besok langsung ke manager conato saja. Kalau susah ketemu, tinggal nambah personel,” tulis Luluk menanggapi persoalan itu di sebuah grup Akasara Naga, Minggu (14/7/2024) malam.
Postingan itu juga ditanggapi oleh Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto yang berada di grup yang sama.
“Terima kasih infonya. Sudah saya perintahkan plt kakesbang untuk mengkonfirmasi hal ini. Sekali lagi terima kasih,” tulis Bambang.
Flyer itu menyematkan beberapa persyaratan bagi calon karyawati.
Kualifikasinya antara lain wanita berusia maksimal 24 tahun, minimal lulus SMA sederajat, berpenampilan menarik, jujur, sopan, disiplin dan bertanggungjawab.
Kemudian syarat berikutnya adalah bisa bekerja secara tim dan bersedia membuka hijab. Lamaran itu paling lambat dikirim melalui email pada 18 Juli 2024 mendatang.
Sekira pukul 21.40 WIB, Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto meneruskan sebuah klarifikasi diduga berasal dari pihak Conato Bakery.
Di rilis klarifikasi itu, pihak manajemen toko roti itu telah mengklarifikasi beberapa pihak pada pukul 20.30 WIB.
“Manager Conato kotakulon Bondowoso sudah men-Take Down unggahan di media sosial tentang perekrutan karyawan,” tulis rilis atas nama Sandy, manajer Conato Bakery.
Pihak Conato juga meminta maaf atas kejadian ini, sehingga pihak Conato sudah melakukan evaluasi terkait syarat perekrutan karyawan.
“Tidak ada niat dari kami untuk mendiskriminasi dalam bentuk apapun, Murni kelalaian tim kami dalam pembuatan media dalam proses perekrutan karyawan,” paparnya. (awi/ted)






