Kediri (beritajatim.com) – Lembaga Manajemen Infaq (LMI) mengadakan pelatihan kepada sejumlah guru di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Pelatihan yang digelar LMI ini berangkat dari adanya kebutuhan keterampilan dalam dunia kerja bagi setiap orang untuk mengembangkan soft skill dan hard skill, supaya dapat terus bersaing di lingkungan kerja.
Begitu juga dengan profesi guru yang berada di ranah pendidikan, maka LMI memandang perlu melakukan pelatihan agar kinerja tenaga pendidik bisa maksimal dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
BACA JUGA : Wali Kota Kediri Hadiri Pelantikan Wakil Direktur RSM Ahmad Dahlan
Dalam pelatihan ini, LMI bersama Yayasan Nurul Islam Pare mengangkat tema ‘Pelayanan Prima Sekolah Unggul’ dengan pemateri Agung Wicaksono selaku Direktur Utama LMI sekaligus trainer berpengalaman dalam bidang pendidikan.
Acara yang dihadiri sebanyak 60 peserta yang terdiri dari unit KB-TK, RQ, SD, dan pengurus yayasan ini. Pelatihan membahas mengenai tantangan dan perubahan kebijakan pendidikan menuju sekolah unggul untuk menciptakan sekolah dengan pelayanan prima.

Dari kegiatan itu diperoleh banyak pemahaman dan cara pandang baru dalam menyikapi perubahan-perubahan yang tentu akan terjadi di masa depan.
BACA JUGA : Simpan Mayat Bayi di Jok Motor, Pasangan Remaja di Kediri Berurusan Polisi
“Terima kasih kepada LMI, khususnya Pak Agung Wicaksono, selaku pemateri atas ilmu yang sudah diberikan kepada kami semua. Banyak insight yang kami dapatkan untuk perbaikan ke depan,” ujar Ichwanul Muslimin, ketua Yayasan Nurul Islam.
Dengan melihat keefektifan pelatihan tersebut ke depannya LMI akan memberikan pelayanan program pelatihan kepada sekolah dan lembaga yang bersinergi dengan LMI. Harapannya semoga bisa menjadi sinergi yang saling membangun dan meluaskan manfaat.
“Alhamdulillah LMI bisa bekerjasama dengan Yayasan Nurul Islam dengan mengadakan pelatihan guru. Saya rasa pelatihan-pelatihan seperti ini sangat diperlukan sehingga perlu diadakan kembali kegiatan yang serupa, bahkan juga dapat membuat acara lain yang sama-sama bermanfaat,” tutur Agung Wicaksono. [nm/ted]






