Banyuwangi (beritajatim.com) — Hangatnya Idul Adha 1447 H turut dirasakan warga kawasan Pakem, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, yang selama ini kerap luput dari distribusi daging kurban. Melalui program Qurban Berbagi 2026, LMI Banyuwangi menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat pesisir dan kawasan tambak yang hidup dalam keterbatasan.
Penanggung Jawab kurban LMI Banyuwangi, Rio Sapto mengatakan, bahwa mayoritas masyarakat Pakem bekerja sebagai buruh tambak, nelayan, pekerja harian, hingga pedagang kecil dengan penghasilan yang tidak menentu.
Meski lokasinya tidak jauh dari pusat kota Banyuwangi dan berbatasan dengan Karangrejo serta Sobo, diketahui kawasan ini masih jarang tersentuh pembagian daging qurban setiap Idul Adha.
“Tahun ini LMI membagikan daging kurban yang dari tahun sebelumnya belum dapat mereka rasakan. Ada satu ekor sapi dan 5 ekor kambing yang kami sembelih kemudian dibagikan kepada masyarakat dhuafa. Sedangkan di wilayah Pakem sendiri ada 40 kepala keluarga yang menerima paket daging qurban,” tuturnya.
Rio juga menjelaskan bahwa distribusi kurban LMI tahun ini tidak hanya menyasar wilayah pelosok, tetapi juga kawasan dekat kota yang sering terlewat dari penyaluran.
“Wilayah yang dekat atau masih masuk area kota terkadang justru luput dari distribusi qurban. Kami ingin memastikan kebahagiaan Idul Adha juga bisa dirasakan oleh warga di wilayah seperti Pakem,” jelasnya.
Kehadiran relawan LMI disambut hangat oleh warga yang membagikan potongan daging qurban. Masyarakat tampak antusias mengikuti panitia kurban dari gang ke gang karena momen pembagian daging seperti ini jarang mereka rasakan setiap tahun.
Salah satu warga, Mak Nah yakni seorang janda lansia penerima manfaat, mengaku bahagia saat menerima daging qurban di depan rumahnya. “Alhamdulillah, senang sekali bisa dapat daging,” ujarnya.
Rasa syukur juga disampaikan Ketua RT Mudi, yang turut membantu pendataan warga prioritas penerima manfaat. “Alhamdulillah, terima kasih untuk LMI. Akhirnya warga sini juga bisa merasakan pembagian daging qurban,” tandasnya. [alr/suf]






