Pacitan (beritajatim.com) – Warga Dusun Gading, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan akhirnya kembali menikmati daging kurban setelah tiga tahun tidak menerima distribusi hewan kurban saat Iduladha.
Momentum itu hadir melalui penyaluran kurban oleh Lembaga Manajemen Infaq pada Rabu (27/5/2026).
Program kurban yang menyasar wilayah pelosok tersebut disambut antusias masyarakat setempat. Tim relawan bersama warga melakukan penyembelihan tiga ekor kambing yang kemudian dibagikan kepada ratusan penerima manfaat di dusun tersebut.
Perwakilan LMI Pacitan, Anggun, mengatakan wilayah Dusun Gading menjadi salah satu daerah yang mengalami minim distribusi hewan kurban dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, pihaknya memprioritaskan penyaluran ke kawasan tersebut pada Iduladha tahun ini.
“Kami menyalurkan tiga ekor kambing yang disembelih bersama relawan dan masyarakat setempat. Warga juga sangat antusias membantu proses pencacahan hingga distribusi daging kurban,” ujarnya.
Sebanyak 250 warga menerima paket daging kurban segar dalam kegiatan tersebut. LMI juga menggunakan kemasan ramah lingkungan berupa besek dan plastik oxium yang mudah terurai untuk mengurangi penggunaan sampah plastik konvensional.
Menurut Anggun, program kurban tahun ini mengusung tema #BeraniBerqurban dengan fokus penyaluran ke wilayah defisit kurban, terutama daerah terpencil yang selama ini jarang tersentuh distribusi hewan kurban.
“Alhamdulillah, setelah tiga tahun menanti, tahun ini warga Dusun Gading kembali bisa menikmati daging kurban. Terima kasih kepada para mudhohi yang telah mempercayakan kurbannya melalui LMI Pacitan,” katanya.
Rasa syukur juga disampaikan salah seorang warga penerima manfaat, Mbah Winih (68). Ia mengaku bahagia karena kembali mendapatkan daging kurban pada Iduladha tahun ini.
“Alhamdulillah, hari raya tahun ini bisa mendapatkan daging kurban lagi. Terima kasih kepada LMI dan para donatur, semoga diberikan rezeki yang berkah,” tuturnya.
Selain mendistribusikan daging kurban, program tersebut juga melibatkan peternak lokal sebagai penyedia hewan kurban. Langkah itu dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus memperluas akses pangan bergizi di daerah pelosok.
Anggun menambahkan, ibadah kurban tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial dan upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat. (fat/ted)
“Qurban bukan sekadar ibadah, tetapi juga bentuk berbagi kebahagiaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menggerakkan ekonomi warga,” pungkasnya. (ted)






