Plymouth (beritajatim.com) – Ambisi Liverpool FC sapu bersih empat ajang musim ini gagal terwujud. Ironisnya, itu dikandaskan oleh tim dari Championship, Plymouth Argyle. LFC kalah 0-1 pada putaran keempat Piala FA dini hari tadi.
Putaran keempat Piala FA bak momok bagi The Reds. Bagaimana tidak. Dari sepuluh musim terakhir, tercatat ada enam musim di antaranya ketika LFC gagal di putaran keempat. Bahkan, mereka hat-trick gagal di putaran keempat pada musim 2015–2016 hingga 2017–2018.
Meski begitu, kekalahan memalukan dari Plymouth juga tak lepas dari rotasi dari tactician Arne Slot. Hanya ada dua pemain inti LFC yang diturunkan melawan Plymouth. Antara lain Luis Diaz, Diogo Jota, dan Darwin Nunez. Itu pun Darwin baru masuk pada menit ke-58 ketika telah tertinggal 0-1 via gol penalti Ryan Hardie lima menit sebelumnya.
LFC gagal jadi tim pertama yang sapu bersih gelar dalam semusim. Sejauh ini, prestasi terbaik tim Inggris “hanya” treble winners. Itu dilakukan Manchester United 1998–1999 dan Manchester City 2022–2023. LFC pernah meraih “mini treble” pada musim 2000–2001 ketika juara Piala FA, Piala Liga, dan Piala UEFA.
“Ini (gagal di Piala FA, Red) sangat mengecewakan. Tetapi, aku tidak menyesali rotasi yang ku lakukan. Meski menurunkan tim terbaik pun kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi,” ujar Slot dilansir laman resmi klub.
Kini, fokus LFC adalah menuntaskan tiga ajang tersisa. Mereka masih memimpin klasemen Premier League, lolos final Piala Liga, dan melaju ke 16 besar Liga Champions. (dio/ted)






