Jember (beritajatim.com) – Jurgen Klopp menunjukkan jati dirinya sebagai pelatih yang susah ditundukkan Manchester United selama melatih Liverpool.
Sejak melatih pada musim 2015-2016, Liverpool di bawah komando Klopp sudah 29 kali menjebol gawang Manchester United dalam 15 pertandingan di kompetisi Liga Primer Inggris. The Reds hanya kebobolan 10 gol, menang enam kali, seri enam kali, dan kalah hanya tiga kali.
Kemenangan 7-0 (1-0) di Anfield, Minggu (5/3/3023) malam, semakin meneguhkan hal tersebut. Dua gol yang dicetak masing-masing oleh Cody Gakpo, Darwin Nunez, dan Mo Salah, serta sebiji gol yang diciptakan Roberto Firmino ke gawang David de Gea menunjukkan bahwa dalam kondisi krisis sekalipun, Liverpool adalah lawan terberat United.
Jumlah 29 gol ini bisa bertambah jadi 34 gol, jika dikumulasikan dengan hasil dua pertandingan 16 Besar Liga Eropa musim 2015-2016 dan Piala FA musim 2020-2021. Liverpool berhasil menahan imbang United 1-1 di Old Trafford dan menang 2-0 di Anfield dalam kompetisi Liga Eropa, namu kalah 2-3 di Old Trafford dalam Babak IV Piala FA.
Klopp menggantikan Brendan Rodgers pada saat musim 2015-2016 baru berjalan delapan pekan. Saat itu Liverpool terpuruk di posisi ke-10. Pertandingan pertama melawan United yang digelar di Anfield pada 17 Januari 2016 berakhir dengan kekalahan 0-1. Louis van Gaal masih terlalu tangguh bagi Klopp.
Baca Juga: Saat Manajer Liverpool Menangis di Depan Fans untuk Cegah Tragedi Heysel
Akhir musim 2015-16, Liverpool mengakhiri final Piala Liga dan Liga Eropa dengan kekalahan masing-masing dari Manchester City dan Sevilla. Namun Klopp jalan terus. John W. Henry, pemilik Liverpool, percaya pelatih asal Jerman itu akan sukses. Cepat atau lambat. Sementara itu, Van Gaal yang berhasil menyumbangkan Piala FA justru dipecat dan digantikan Jose Mourinho.
Rekot head-to-head Klopp dengan Van Gaal relatif berimbang selama di keduanya melatih di tanah Inggris. Van Gaal dan United menang 1-0 atas Klopp dan Liverpool di Anfield dalam kompetisi Liga Primer. Namun di Liga Eropa, Klopp menang sekali dan sekali pertandingan berakhir imbang.
Mourinho memghadirkan persaingan ketat antara United dan Liverpool. Lima kali pertandingan terjadi dalam Liga Primer musim 2016-2017 hingga putaran pertama musim 2018-2019. Hasilnya: Liverpool menang sekali, United menang sekali, dan tiga pertandingan berakhir imbang, dengan agregat gol 5-4 untuk Liverpool.
Mourinho tak bertahan lama. Kekalahan 1-3 dari Liverpool di Anfoeld berujung pada pemberhentiannya. Dia digantikan pemain legendaris kesayangan Alex Ferguson: Ole Gunnar Solkjaer. Semula Ole disambut dengan antusasi oleh fans United dengan semboyan Ole At The Wheel. Tapi di bawah mantan pemain yang berjuluk ‘baby face assassin’ ini, United semakin terpuruk di hadapan klub kota tetangganya.
Baca Juga: Pesta 9 Gol Liverpool di Anfield Tanpa Mohamed Salah
Selama tujuh kali pertemuan di Liga Inggris, tak sekalipun United menang. Mereka hanya bisa menahan imbang pasukan merah Klopp tiga kali. Sisanya adalah kisah kekalahan. United hanya sekali menang 3-2 di Old Trafford dalam ajang Piala FA pada Babak Keempat.
Bahkan rezim Ole menorehkan sejarah untuk pertama kalinya United kalah dua kali berturut-turut dengan skor telak dalam semusim, yakni 0-5 di Old Trafford dan 0-4 di Anfield pada musim 2021-2022. Tercatat dalam tujuh kali pertemuan di Liga Primer, Manchester United hanya memasukkan 3 gol dan kebobolan 16 gol.
Ole pergi. Datanglah Erik Ten Hag, mantan pelatih Ajax Amsterdam, pada musim 2022-2023. Ten Hag memberi harapan dengan mengalahkan Liverpool 4-0 di Bangkok dalam laga pramusim dan 2-1 dalam pertandingan Liga Primer di Old Trafford.
Fans United mengumbar optimisme: tsunami trofi bakal datang. Apalagi United berhasil merebut trofi Piala Liga setelah di final mengalahkan Newcastle United 2-0 di Wemb;ey, 26 Februari 2023. Namun dalam waktu tak sampai dua pekan, mimpi tsunami trofi berubah menjadi tsunami gol ke gawang De Gea di Anfield.
Ten Hag tentu saja kesal. “Ini jelas kemunduran yang kuat dan tidak dapat diterima. Saya benar-benar kecewa dan marah karenanya,” katanya sebagaimana dikutip Mirror.
Sementara Klopp sembari menyungging senyum khasnya menyebut kemenangan tersebut akan tercatat dalam buku sejarah. “Saya harap pelatih lain bisa menyainginya. Kami mengambil semua hal positif kecuali skor pertandingan, (yang terasa) aneh,” tambahnya. [wir]
Catatan Rekor Liverpool vs Man United Sejak Klopp Datang
Jurgen Klopp vs Louis van Gaal
Musim 2015-2016
Liga Primer 0 – 1 Anfielf
Liga Eropa 16 Besar 2 – 0 Anfield
Liga Eropa 16 Besar 1 – 1 Old Trafford
Jurgen Klopp vs Jose Mourinho
Musim 2016-2017
Liga Primer 0 – 0 Anfield
Liga Primer 1 – 1 Old Trafford
Musim 2017-2018
Liga Primer 0 – 0 Anfield
Liga Primer 1 – 2 Old Trafford
Musim 2018-2019 3 – 1 Anfield
Jurgen Klopp vs Ole Gunnar Solkjaer
Musim 2018-2019
Liga Primer 0 – 0 Old Trafford
Musim 2019-2020
Liga Primer 1 – 1 Old Trafford
Liga Primer 2 – 0 Anfield
Musim 2020-2021
Liga Primer 0 – 0 Anfield
Liga Primer 4 – 2 Old Trafford
Piala FA 2 – 3 Old Trafford
Musim 2021-2022
Liga Primer 5 – 0 Old Trafford
Liga Primer 4 – 0 Anfielf
Jurgen Klopp vs Erik Ten Hag
Musim 2022-2023
Liga Primer 1 – 2 Old Trafford
Liga Primer 7 – 0 Anfield






