London (beritajatim.com) – Dari quadruple menjadi treble dan kini hanya bisa meraih double. Itulah refleksi target Liverpool FC jelang final Piala Liga melawan Newcastle United di Wembley Stadium, London, besok malam. The Reds kehilangan dua trofi, Piala FA dan Liga Champions, hanya dalam dua bulan terakhir.
Saat ini, Liverpool hanya berpeluang meraih double winners. Selain Piala Liga, mereka juga berpeluang besar menjuarai Premier League karena unggul 15 poin dari Arsenal, yang berada di posisi kedua dengan 55 poin.
Namun, mewujudkan double winners bukan perkara mudah. Virgil van Dijk dan rekan-rekannya masih terguncang setelah tersingkir dari Liga Champions usai dikalahkan Paris Saint-Germain di leg kedua babak 16 besar yang berlangsung di Anfield.
Situasi tersebut bisa membuat rekor 17 pertemuan tak terkalahkan melawan Newcastle menjadi tidak relevan. Dalam 17 pertemuan terakhir, Liverpool mencatatkan 12 kemenangan dan 5 hasil imbang melawan The Magpies.
Newcastle sendiri memiliki peluang untuk memperpanjang tren negatif Liverpool, meskipun mereka datang ke laga final dengan rekor tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.
“Anda bermain di laga seperti ini tentu untuk menjadi juara. Kami sangat fokus untuk itu. Mungkin kami akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa setelah kekalahan dari PSG,” ujar pelatih Liverpool, Arne Slot, dikutip dari AFP.
Liverpool memiliki beban besar di final kali ini. Selain ingin mengamankan double winners, mereka juga ingin mempertahankan status sebagai raja Piala Liga dengan koleksi 10 trofi, unggul dua gelar dari Manchester City.
Selain itu, The Reds juga merupakan juara bertahan turnamen ini. Jika menang, trofi ini akan menjadi gelar perdana bagi Arne Slot sejak menggantikan Jurgen Klopp sebagai pelatih Liverpool.
Perkiraan Susunan Pemain:
Liverpool FC (4-2-3-1): 62-Kelleher (g); 78-Quansah, 5-Konate, 4-Van Dijk (c), 26-Robertson; 10-Mac Allister, 38-Gravenberch; 11-Salah, 8-Szoboszlai, 7-Diaz; 18-Gakpo
Pelatih: Arne Slot
Newcastle United (4-3-3): 1-Dubravka (g); 2-Trippier, 5-Schar, 33-Burn, 21-Livramento; 39-Guimaraes (c), 8-Tonali, 7-Joelinton; 23-Murphy, 14-Isak, 11-Barnes
Pelatih: Eddie Howe
[dio/beq]






