Mojokerto (beritajatim.com) – PT PLN (Persero), Unit Pelaksana Transmisi (UPT) 3 Mojokerto menghimbau jika ada listrik padam agar segera melapor. Bisa dimungkinkan listrik padam yang terjadi bukan karena pemadaman yang dilakukan petugas, namun karena aksi pencurian kabel gardu trafo PLN.
Manager PLN UPT 3 Mojokerto, Yudi Lordianto menjelaskan, komplotan pelaku pencurian kabel tersebut beraksi dini hari. “PLN itu hampir tidak pernah ada pemadaman atau melakukan pemeliharaan pada jam-jam dini hari. Kecuali ada gangguan,” ungkapnya usai menghadiri rilis di Mapolresta Mojokerto, Rabu (5/7/2023).
Pemeliharaan dilakukan saat jam kerja, meski hari libur seperti Sabtu-Minggu juga dilakukan namun jika mendesak. Seperti terjadi bencana alam sehingga menyebabkan gangguan yang harus segera dilakukan perbaikan. Yudi memberi contoh, seperti terjadi pohon tumbang yang menyebabkan kabel listik putus dan lainnya.
“Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan di gardu trafo sesuai SOP yakni menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. Mulai dari helm hingga sepatu safety. Oknum ini bisa dipastikan tidak menggunakan atribut seperti yang digunakan petugas PLN. Bahkan menggunakan sandal jepit,” katanya.
Sehingga pelanggan dihimbau untuk melaporkan jika terjadi listrik padam khususnya dini hari. Karena pihak PLN tidak melakukan pemadaman atau melakukan pemeliharaan pada jam-jam dini hari, kecuali ada gangguan seperti bencana alam sehingga harus segera dilakukan pemeliharaan.
“Kami ada aplikasi PLN Mobile yakni aplikasi yang digunakan masyarakat untuk melaporkan ke kami atau call center kami 123. Seperti ada pemadaman listrik, dari situ kami langsung tahu. Di sistem kami langsung tahu jika ada pelaporan adanya listrik padam di daerah A, petugas langsung datang ke lokasi,” ujarnya.
Pihak PLN akan menindaklanjuti laporan adanya pemadaman tersebut dengan menginspeksi penyebab gangguannya. Saat aksi pencurian kabel listrik seperti yang terjadi, petugas mendapati adanya kabel yang hilang sehingga petugas langsung melakukan penggantian kabel dipasang sambung lagi.
Sebelumnya, anggota Satreskrim Polresta Mojokerto berhasil meringkus komplotan spesialis maling kabel listrik di gardu trafo milik PLN pada, Selasa (4/7/2023). Sebanyak empat pelaku berhasil diringkus, dua diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas petugas.
Keempat pelaku tersebut masing-masing YN (37), RK (27), SR (30) dan IL (28). Keempat pelaku merupakan warga Cilegon dan Madura dan berhasil diringkus Tim Resmob Satreskrim Polresta Mojokerto di wilayah Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Para pelaku langsung digelandang ke Mapolresta Mojokerto.
Keempatnya tiba di Mapolresta Mojokerto sekira pukul 20.30 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan di Ruang Unit Pidum Satreskrim. Dalam penangkapan tersebut, dua pelaku yakni YN dan SR mendapat tembakan di kaki lantaran melawan saat hendak ditangkap petugas. [tin/kun]
BACA JUGA:
![Listik Padam, Segera Lapor PLN Bisa Jadi Ada Aksi Pencurian Kabel Listrik Kapolresta Mojokerto, AKBP Wiwit Adisatria merilis komplotan pencurian kabel listrik di Mapolresta Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/07/IMG_20230705_185303_lUhdG81C4m.jpeg)





