Ponorogo (beritajatim.com) – Penunjukan Agus Sugiarto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo bukan tanpa pertimbangan matang. Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan, kebutuhan akan sosok yang tepat menjadi kunci utama dalam menentukan figur Sekda di tengah dinamika pemerintahan saat ini. Menurutnya, posisi Sekda bukan sekadar administratif, tetapi strategis dalam menggerakkan roda birokrasi sekaligus menjembatani kepentingan eksekutif dan legislatif.
“Alasannya karena hari ini Ponorogo benar-benar membutuhkan seseorang yang pas banget membangun Ponorogo ini. Semuanya bagus, tapi memang kita lihat kelebihan, nah ada yang lebih unggul,” kata Lisdyarita, Senin (13/4/2026).
Bunda Rita sapaan akrab Lisdyarita menjelaskan, kompleksitas tugas Sekda saat ini jauh berbeda dibandingkan kepala dinas. Sekda dituntut mampu mengoordinasikan lintas organisasi perangkat daerah, menyusun perencanaan, hingga menjaga komunikasi politik agar tetap harmonis. Karena itu, pemilihan figur yang memiliki kapasitas lebih, menjadi prioritas dalam menentukan arah kebijakan daerah ke depan.
“Hari ini pekerjaan Sekda itu tidak seperti kerjaan kadin. Di sini ada koordinasi, ada perencanaan, juga menjembatani eksekutif dan legislatif, ini penting sekali. Alhamdulillah kita sekarang punya Sekda,” tegasnya.
Lisdyarita juga mengungkap persoalan komunikasi antara eksekutif dan legislatif yang sempat menjadi kendala sebelumnya. Dia mengakui, dinamika yang terjadi sempat menimbulkan kekhawatiran dalam pengambilan kebijakan. Kehadiran Sekda baru diharapkan menjadi solusi untuk memperbaiki pola komunikasi yang lebih intens dan terbuka.
“PR pertama komunikasi antara eksekutif dengan legislatif, itu dulu dijjembatani. Kemarin kita ada masalah soal komunikasi, sehingga kami memang ada sisi ketakutan yang agak berlebihan, tapi hari ini kami berjanji dengan teman-teman legislatif untuk komunikasi bisa lebih intens,” ungkapnya.
Selain itu, agenda penataan birokrasi juga mulai disiapkan pascapelantikan Sekda definitif. Pemkab Ponorogo berencana melakukan mutasi jabatan, terutama untuk mengisi kekosongan posisi eselon II yang saat ini masih terbatas. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat struktur organisasi pemerintahan.
“Insya Allah habis ini kita merencanakan untuk mutasi karena kita kekurangan teman-teman eselon 2. Kita persiapkan itu,” pungkas Lisdyarita.
Untuk diketahui sebelumnya, terjawab sudah penasaran publik Ponorogo terhadap jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo yang baru. Agus Sugiarto resmi dilantik sebagai Sekda definitif dalam prosesi yang digelar di rumah dinas bupati, Pringgitan Ponorogo pada hari Jumat (10/4/2026) lalu. Pelantikan ini sekaligus menandai berakhirnya kekosongan jabatan strategis di lingkup Pemkab Ponorogo, pasca kasus hukum yang menjerat pejabat sebelumnya. [end/aje]






