Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya masih menghadapi masalah krusial di lini depan. Pelatih Paul Munster mengeluhkan kurangnya ketajaman pemain depan dalam menyelesaikan peluang, terutama setelah kekalahan dari Dewa United.
“Soal tim di papan atas, setiap tim ingin mencetak gol, tapi kami tak punya top skor di tim, dan kami akan bekerja keras untuk mencetak gol. Tapi kami ada Rashid dengan 6 golnya, tapi kami tak punya killer striker, dan Malik Risaldi cedera hari ini,” ungkap Munster.
Munster bahkan berulang kali mengubah posisi dan skema, termasuk menurunkan pemain muda jebolan PON Jatim, Rizky Dwi. “Kalian tahu Rizky Dwi berasal dari Liga 2, dan inilah pemain yang saya punya yang bisa saya mainkan untuk saya latih menjadi berubah lebih baik dan tajam,” imbuhnya.
Pelatih asal Irlandia Utara ini merasa timnya kekurangan sosok striker pembunuh di lini depan musim ini, apalagi dengan cederanya Malik Risaldi. Situasi ini memaksa Munster untuk mengandalkan Rizky Dwi yang berasal dari Liga 2.
Sorotan utama tertuju pada Flavio Silva yang didatangkan dari Persik Kediri. Sebagai runner-up top skor musim lalu, performanya menurun drastis, baru mencetak 6 gol dalam 23 pertandingan dan puasa gol dalam 9 laga terakhir.
Minimnya kontribusi membuat Munster sering mencadangkan Flavio, bahkan menurunkan Dejan Tumbas sebagai pengganti. Sayangnya, striker asal Serbia ini juga belum memberikan kontribusi signifikan.
Meski lini depan tampil kurang memuaskan, Munster mulai mengubah sudut pandangnya jelang laga melawan Persib Bandung. “Coba melihat opsi (striker), opsi untuk striker, sekarang semua pemain bekerja sangat keras, starting XI belum lengkap 100 persen, jadi 2-3 hari besok kita harus sangat fokus,” ujarnya.
Munster menekankan pentingnya peran seluruh tim dalam mencetak gol. “Bagi saya, saya tidak fokus pada satu striker, ini kolektif, 4-5 pemain, harus melangkah lebih baik lagi,” tutupnya. [way/ian]






