Jember (beritajatim.com) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pelita Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berikhtiat mengolah limbah bunga mawar untuk batik ecoprint atau batik cetak dengan bahan dasar pewarna alamiah.
Ketua UKM Pelita Andika Prastika mengatakan, limbah mawar yang akan digunakan untuk batik ecoprint adalah yang sudah tidak memiliki nilai jual. “Kami olah dengan teknik ecoprint, yakni suatu proses untuk mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Kamis (8/7/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
Menurut Andika, cara transfer itu dengan menempelkan tanaman yang memiliki pigmen warna kepada kain yang kemudian direbus di dalam kuali besar. “Tanaman yang digunakan pun merupakan tanaman yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap panas, karena hal tersebut merupakan faktor penting dalam mengekstraksi pigmen warna,” katanya.
Para mahasiswa melihat ada potensi batik ecoprint ini di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi. Ada lahan seluas 26.800 meter persegi yang ditanami tanaman mawar di Desa Karangpring.
“Setiap kali masa panen selalu ada limbah berupa protolan bunga mawar atau bunga mawar yang tidak layak dijual. tentu sayang jika terbuang begitu saja,” kata Andika. Dia rutin berkoordinasi dengan perangkat dan warga Karangpring untuk teknis pelaksanaan kegiatan.
Proposal kegiatan UKM Pelita ini mendapat bantuan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditbelmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. [wir/suf]






