Pasuruan (beritajatim.com) – Lima tahun dibayangi banjir, warga Desa Legok dan Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, akhirnya bisa bernapas lega. Anak Sungai Wrati yang selama lima tahun menjadi penyebab banjir akibat tumpukan sampah kini bersih dan lancar.
Ini terjadi setelah Kepala Desa Legok bersama Kepala Desa Gempol mengajak warga untuk bergotong royong melakukan normalisasi anak Sungai Wrati. Langkah ini dilakukan setelah air dari anak sungai tersebut meluap hingga merendam rumah warga sebanyak tiga kali di awal musim penghujan tahun ini.
“Hampir lima tahun lebih kali anak Sungai Wrati tidak pernah dinormalisasi bahkan tidak ada perhatian dari pemerintah. Setiap hujan selalu banjir, tingginya sekitar paha orang dewasa,” kata salah satu warga Dusun Tempel, Desa Gempol, Muslimah, Selasa (25/10/2022).
Muslimah juga mengatakan salah satu penyebab banjir karena sampah yang menumpuk. Sampah ini mengalir dari anak Sungai Wrati dan terkumpul di satu titik.
Di lain tempat, Kades Legok, Nursallam dan Kades Gempol, Akhmad Dwi mengatakan normalisasi ini tidak menelan anggaran. Normalisasi ini sendiri dilakukan dengan bantuan Dinas Sumber Daya Air dan Koramil Kecamatan Gempol.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Pasuruan”]
Nursallam juga mengatakan setelah melakukan normalisasi, pihaknya akan menyosialisasikan kepada warga dan pemilik pabrik. Sosialisasi ini dilakukan agar warga tidak lagi sampah gang ke sungai.
“Nanti setelah normalisasi kami akan menghimbau kepada warga agar tidak ada yang membuang sampah ke sungai. Untuk pabrik-pabrik yang ada disini juga akan kita sosialisasikan,” kata Nursalam, Kades Legok.
Diketahui sungai yang dinormalisasi saat ini memiliki panjang kurang lebih dua kilometer, dengan lebar dua sampai tiga meter. [ada/beq]






