Surabaya (beritajatim.com) – Peningkatan minat wisata selama libur panjang sekolah membawa angin segar bagi pengusaha perhotelan di Jawa Timur; sejumlah daerah bahkan mencatatkan kenaikan hunian hotel yang signifikan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Dwi Cahyono, menyatakan bahwa tingkat hunian hotel di beberapa wilayah Jawa Timur telah menunjukkan peningkatan 55 persen, sejak dimulainya libur sekolah pada 23 Juni 2025 lalu.
“Sejak libur sekolah beberapa hari ini sudah ada kenaikan okupansi hotel di sejumlah wilayah Jatim, rata-rata saat ini okupansi menjadi 55 persen,” kata Dwi dikonfirmasi, Kamis (26/6/2025).
Dwi juga menjelaskan bahwa daerah-daerah dengan destinasi wisata populer seperti Malang, Batu, dan Banyuwangi mencatatkan kenaikan yang lebih signifikan dibandingkan daerah lain, yang sejalan dengan tren masyarakat yang gemar mengunjungi daerah tersebut ketika musim libur tiba.
“Di beberapa daerah wisata kenaikannya mulai terlihat signifikan. Seperti di Malang, Batu, dan Banyuwangi okupansinya sudah menyentuh 60 persen,” jelasnya.
Menurut Dwi, momen libur sekolah adalah periode yang signifikan untuk mendongkrak tingkat hunian hotel. Ia yakin tren kenaikan ini akan berlanjut hingga 12 Juli 2025, akhir masa liburan.
Oleh sebab itu, PHRI Jawa Timur menargetkan okupansi hotel bisa mencapai 80% selama liburan ini. Target ini didukung oleh banyaknya hotel yang menawarkan promo menarik dan berbagai acara spesial untuk menarik minat tamu. “Target kita minimal okupansi hotel di Jatim menyentuh 80 persen saat libur sekolah,” tutup Dwi. [kun]






