Surabaya (beritajatim.com) – PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat mulai 22-30 Desember 2022, total ada sekitar 319.288 penumpang kereta api jarak jauh di Daop 8 Surabaya.
Manager Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, jumlah penumpang tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut, lanjut dia, terlepas dari adanya pencabutan pemberlakuan PPKM oleh pemerintah beberapa waktu lalu. Sebab, pemesanan tiket kereta api bisa dilakukan H-45 hari selama masa natal dan tahun baru (nataru) 2022.
[berita-terkait number=”5″ tag=”daop-8″]
“Lebih banyak penumpangnya (tahun 2022). Pemesanan tiket kereta api selama masa nataru bisa dilakukan h-45,” ungkap Luqman saat dikonfirmasi, Sabtu (31/12/2022).
Ia menyebutkan, bahwa total jumlah tiket yang terjual di wilayah Daop 8 pada masa angkutan natal 2022 dan tahun baru 2023 sebanyak 448.660 tempat duduk.
Berdasarkan data, pada Sabtu (31/12), sebanyak 26.094 tiket telah terjual dengan keberangkatan dari wilayah Daop 8 Surabaya ke berbagai kota tujuan, di antaranya Jakarta, Yogyakarta, Bandung, serta Jember dan Banyuwangi.
Sementara Zainul, salah satu petugas di Stasiun Pasar Turi Surabaya mengungkapkan jika volume penumpang kereta api di Stasiun Pasar Turi mengalami kenaikan. Hal itu beda dengan libur nataru tahun 2021 lalu.
“Tahun lalu jauh mas, karena ada Covid-19. Mungkin tahun ini para penumpang ingin merayakan tahun baru di kota-kota besar, misalnya Surabaya,” ungkapnya.
Adapun keberangkatan jarak jauh para penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Turi, mayoritas dengan tujuan Semarang dan Jakarta. “Keberangkatan yang banyak area Semarang, Jakarta dan kota-kota besar saja. Untuk jarak jauh saya lihat di aplikasi ada 1.300-an. Kalau lokal yang banyak area Bojonegoro sama Lamongan,” tandasnya. (ipl/kun)






