Pacitan (beritajatim.com) – Momen libur Lebaran 2025 membawa dampak positif bagi pelaku usaha pariwisata di Pacitan. Tingkat hunian hotel melonjak drastis hingga mencapai 80 persen dibanding hari biasa, sementara warung makan seafood di kawasan wisata mencatatkan kenaikan penjualan hingga 200 persen.
Hal ini disampaikan oleh Chrismilia Natalia alias Ci Nonik, pemilik Hotel dan Restoran Srikandi di kawasan kota Pacitan. Ia menyebutkan bahwa lonjakan pengunjung mulai terasa sejak hari pertama Lebaran.
“Didominasi rombongan keluarga yang mudik dan sekaligus menginap,” ujarnya, Rabu (9/4/2025).
Memasuki hari kedua hingga keempat Lebaran, tamu hotel didominasi oleh wisatawan yang hendak menikmati berbagai destinasi wisata alam Pacitan, seperti pantai dan gua.
“Puncaknya H+1 sampai H+4. Setelah itu mulai berangsur normal,” imbuh Ci Nonik.
Sementara itu, geliat ekonomi juga terasa di kawasan Pantai Watu Karung, Kecamatan Pringkuku. Warung makan seafood mengalami lonjakan permintaan yang signifikan. Sriono, pemilik Warung Bu Prapti, mencatat dalam sehari bisa menghabiskan hingga 50 kilogram ikan laut segar.
“Stok kami di tiga freezer dan tiga kulkas, dan dalam sehari bisa habis 50 kilogram ikan. Kadang malah bisa lebih,” tuturnya.
Warung Bu Prapti dikenal sebagai salah satu tempat makan favorit wisatawan karena menyajikan olahan ikan bakar dan aneka seafood segar yang langsung didapat dari nelayan lokal.
Lonjakan kunjungan wisatawan ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha sektor pariwisata di Pacitan. Momen libur Lebaran tidak hanya mendorong tingkat okupansi penginapan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal, sekaligus menjadi pemicu semangat menyambut masa liburan sekolah yang akan datang. [tri/beq]






