Magetan (beritajatim.com) – Pedagang ayam panggang di Magetan ketiban rezeki. Dalam sehari, penjualan bisa mencapai 1.500 ekor ayam panggang. Pembeli yang mayoritas pemudik itu menyerbu sentra ayam panggang di Dusun Gandu, Kelurahan/Kecamatan Karangrejo, Magetan, Jawa Timur.
Salah satunya Ujie Siagani warga Jakarta, dia mengajak seluruh keluarganya mampir ke Ayam Panggang Bus Setu. Dia mengaku sudah empat tahun tak pulang sehingga tak bisa menikmati ayam panggang yang dikenal nikmat itu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kuliner”]
“Saya sudah empat tahun tidak balik ke Jawa Timur. Jadi sudah lama tidak makan di sini, kangen saya. Ini saya ajak keluarga semua, kami makan bersama di sini, saya juga beli dibungkus untuk rekan-rekan di Jakarta,” kata Ujie pada beritajatim.com, Jumat (6/5/2022)
Senada dengan Ujie, Puji Rahayu juga membawa beberapa bungkus ayam panggang utuh untuk dibawa ke Jakarta. Dia mengaku sudah dua tahun tidak kembali ke Magetan dan saat ini dia menyempatkan diri untuk mampir. “Saya sudah dua tahun ini tidak mudik. Syukur tahun ini bisa pulang, jadi saya mampir ke sini. Tadi sudah makan, rasanya masih sama enak seperti sebelum-sebelumnya,” kata Puji.
Sementara itu, Suyati pengelola rumah makan ayam panggang Bu Setu sekaligus putri Bu Setu mengungkapkan kalau di libur lebaran kali ini penjualan mencapai 1.500 ekor. Baik ayam panggang utuh, lodho ayam, hingga ayam goreng.
“Untuk libur lebaran harga per ayam panggang juga naik jadi Rp100 ribu lebih. Untuk hari biasa Rp95 ribu. Banyak yang dimakan di sini, ada juga yang dibungkus. Kami sedia ayam panggang bumbu rujak, bumbu bawang. Ada juga ayam lodho dan ayam goreng,” kata Suyati, Jumat (6/5/2022)
Banyak penggemar ayam panggang yang ada di Dusun Gandu. Selain bumbu khas yang membuat sajian ayam panggang jadi nikmat, cara memasak yang masih tradisional juga menambah rasa nikmat. “Di sini masih menggunakan tungku bakar tradisional. Sumber api pakai kayu bakar. Ayam dipanggang diatas wajan kreweng atau wajan tanah liat,” pungkasnya. [fiq/suf]






