Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) menyambut 99 mahasiswa dari 44 perguruan tinggi se Indonesia yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) inbound. Proses penyambutan berlangsung di gedung hall Abdurrahman Wahid pascasarjana lantai 7 Unisma.
Selain inbound, Unisma juga mengirimkan sebanyak 29 mahasiswa (outbound) ke 16 perguruan tinggi di Indonesia. PMM ini berlangsung selama 6 bulan atau satu semester ke depan.
Mahasiswa inbound disambut langsung oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., bersama jajaran. Rektor Unisma mengatakan bahwa mahasiswa yang bergabung dengan Unisma akan turut menjadi bagian dari Unisma.
“Mereka tidak hanya mengembangkan intelektualitas, tetapi juga moralitas. Maka saya harap mereka bisa melebur untuk mengikuti berbagai event yang ada di Unisma ini, baik akademik maupun non akademik. Base practicenya mereka nanti akan di rasakan setelah berada di kampus ini,” ungkap Prof Maskuri.
BACA JUGA:
Selama 9 Tahun Unisma Pecahkan 11 Rekor MURI, Terbaru Saat Oshika Maba 2023
Rektor menambahkan, Unisma sebagai kampus multikultural tidak memandang suku, bahasa, dan agama. Semua mahasiswa diberlakukan sama dan setara.

“Di kampus Unisma tidak hanya yang muslim, ada juga mahasiswa non muslim sehingga program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) ini juga menerima dari semua golongan yang diberlakukan sama,” imbuhnya.
Menurut Rektor, Unisma memang memiliki magnet besar sehingga banyak mahasiswa yang berminat ikut PMM inbound. Selain itu, Unisma sebagai perguruan tinggi papan atas yang sudah terakreditasi Unggul.
BACA JUGA:
PBSI Unisma Adakan Lokakarya Media Pembelajaran Digital
“Saudara memilih ke sini karena memang daya magnet kampus ini tinggi. Saya sangat menghargai apapun latar belakang kalian memilih kampus ini. Oleh karena itu, saya berpesan kepada pimpinan tiap fakultas agar mahasiswa PMM ini diberlakukan sama seperti mahasiswa permanen kita bahkan bisa lebih,” tegas Rektor.
Mahasiswa PMM bisa menjadi partnership di dalam pengembangan kampus. Mahasiswa PMM akan mendapat hal baru di kampus Unisma. Nanti bisa saling sharing pengetahuan, antara ilmu yang diperoleh di kampus asal dengan ilmu di Unisma.
“Oleh karena itu, selalu libatkan mahasiswa dalam kapasitas akademik, pengembangan kemahasiswa, karakter, keindonesiaan dan lain sebagainya. Jangan canggung karena kalian sudah melebur menjadi mahasiswa Unisma,”
Begitu juga dengan mahasiswa Unisma yang dikirim ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. “Saya harap mahasiswa Unisma yang ikut PMM di berbagai perguruan tinggi memegang teguh jiwa Unisma dan bisa beradaptasi dengan lingkungan di kampus tujuan,” tutup Prof. Maskuri. [dan/beq]






