Malang (beritajatim.com) – Sabililah Mendidik Indonesia (SMI) mengadakan Pentalokanas (penataran dan lokakarya nasional diadakan) bagi guru, dosen, praktisi pendidikan dan pengembang yayasan. Acara tersebut melibatkan peserta nasional dengan dihadiri 50 orang dari 5 Provinsi atau 14 Kota/Kabupaten, yaitu Jakarta, Jawa Timur, Kaltim, Bali, dan Papua.
Pentalokanas dilaksanakan dalam tiga periode berbeda, meliputi: online training 1 pada 19-20 Mei melalui zoom meeting. In room training bertempat di 101 Hotel 25 hingga 27 Mei 2023. Dan online training 2 pada 6 Juni 2023 mendatang.
Andi Retno Warsyah, S.Pd, kepala pusat SMI menjelaskan, acara penataran dan lokakarya nasional ini diagendakan untuk mewujudkan sekolah unggul dan rujukan. SMI, kata Andi, memang mempunyai satu seksi khusus diklat yang khusus mengadakan workshop atau diklat pada pengembangan sekolah unggul dan rujukan.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/kota-malang-ambil-peran-di-gerakan-nasional-1-000-startup/
“SMI yang merupakan bagian dari Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang ini hendak menyajikan kepada peserta tentang materi learning vision, learning culture, dan learning environment,” kata Andi, Jumat (26/5/2023).
Learning vision merupakan muatan yang tentang cara sekolah membuat dan memiliki visi misi yang mantap dan kuat. Diharapkan dari materi ini, sekolah yang menjadi peserta bisa menciptakan produk unggulan yang menjadi keunggulan dari sekolah tersebut.
“Kedua adalah learning culture. Bagaimana kami kami memberi pelatihan dan workshop pada sekolah untuk mengembangkan budaya pembelajaran yang bermutu. Jadi kalau learning culture itu bagaimana pembelajarannya harus harus hebat, dan bisa mengungkit peserta didik untuk berdaya nalar kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, dan memiliki critical thinking,” jelas ketua pusat SMI.

Terakhir, learning environment. Melalui materi ini peserta dibina terkait tata kelola. Menurut Andi, tata kelola sumberdaya ini sangat penting untuk menuju ke sekolah unggul dan rujukan. “Dua hal tadi yang disampaikan bisa tercapai target untuk menjadi kategori sekolah unggul dan rujukan, jika memiliki SDM yang baik,” jelasnya.
Untuk memiliki sdm yang baik sekolah tersebut memiliki program pengembangan. SDM tersebut perlu dilatih yang baik secara berkala, baik pelatihan yang diadakan oleh internal sekolah maupun mengundang dari orang luar. “Intinya bagaimana mengajak dan mendorong para guru maupun tenaga kependidikan di sekolah itu belajar mandiri,” tukasnya.
Sebagai informasi acara Pentalokanas dimentori langsung oleh tokoh-tokoh praktisi pendidikan nasional. Peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung dan pertumbuhan. Ada lokakarya, sertifikat 60 JP, plakat penghargaan, hotel dan konsumsi, dilengkapi dengan layanan pasca pelatihan berupa akses komunitas, konsultasi, dan hiburan. (dan/kun)






