Surabaya (beritajatim.com) – Berkembang pesat sejak pandemi melanda yakni tahun 2020, PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OneMed), produsen produk kesehatan mulai menawarkan Penawaran Umum Perdana Saham (initial public offering/IPO) dengan melepas 15% sahamnya ke publik.
Dalam rangkaian penawaran saham perdana IPO yang dihelat di Westin Hotel Surabaya Barat dipaparkan jika laba OneMed naik
tajam pada 2020 dengan tumbuh 203,90% menjadi Rp 692,90 miliar, dari Rp228 miliar
pada 2019. Selanjutnya pada 2021, laba perseroan sepanjang tahun tercatat Rp 570,40 miliar.
“Perhatian pemerintah beberapa tahun belakangan ini, terhadap produsen alat kesehatan dalam negeri sangat besar. Sehingga kami bisa berkembang pesat, kini hampir semua rumah sakit menggunakan produk kami,” beber Leonard Hartanto, Operation Director OneMed, Kamis (6/10/2022).
Hal ini juga yang membuat OneMed percaya diri melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jayamas Medica menunjuk CLSA Limited, CIMB Investment Bank Berhad, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT CIMB Niaga Sekuritas, dan PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai Joint Global Coordinators, Bookrunners dan Joint Lead Underwriters, serta AvantGarde Capital yang bertindak sebagai penasehat keuangan (financial advisor).
Rencananya per lembar saham akan dijual mulai dari kisaran harga Rp 204 – 310 per lembar. Dengan target pengumpulan dana investor Rp 800 miliar hingga Rp 1,2 triliun.
“Penawaran umum perdana saham diharapkan dapat berlangsung pada 25 Oktober – 27 Oktober 2022 yang dilanjutkan penjatahan. Adapun, distribusi saham diharapkan dapat dilakukan pada 28 Oktober 2022 dan kemudian dilanjutkan dengan pencatatan saham (listing) perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Oktober 2022,” sela Aditya N W Martowardojo, director PT CIMB Niaga Sekuritas.
Dana hasil IPO ini 72,19% akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan meliputi capital expenditure (capex) atau belanja modal dan modal kerja. Dan 22,87% akan diberikan kepada anak usaha PT Inti Sumber Hasil Sempurna Global dan 4,94% akan diberikan kepada anak usaha yaitu PT Inti Medicom Retailindo dalam bentuk setoran modal untukcapital expenditure (capex) atau belanja modal dan modal kerja untuk memperluas jaringan distribusi dan retail.
Melantainya OneMed di BEI menambah urutan perusahaan asal Jawa Timur untuk go publik. Perusahaan yang didirikan oleh Jemmy Hartanto pada 2000 dengan pabrik di Krian, Sidoarjo ini, memiliki serangkaian catatan gemilang. Pada 2021, OneMed mengakuisisi 51% saham perusahaan ritel daring dan luring, PT Inti Medicom Retailindo.
[berita-terkait number=”5″ tag=”IPO”]
Masih periode yang sama, Perseroan mengakuisisi landbank di Mojoagung untuk Pabrik Mojoagung II dan Wonosalam serta menyelesaikan akumulasi lahan untuk landbank Lamongan. Memasuki 2022, OneMed memulai pembangunan Pabrik Mojoagung II dan meneken perjanjian pemanfaatan lahan untuk Pabrik Batang.
OneMed memiliki enam kategori bisnis untuk melayani berbagai kebutuhan layanan kesehatan Indonesia dengan rekam jejak pertumbuhan CAGR pendapatan yang tinggi pada 2019 hingga Maret 2022. Adapun, lini usaha tersebut yakni peralatan medis sekali pakai dan bahan habis pakai, antiseptik dan dialisis, diagnostik dan peralatan, alat bantu jalan dan perawatan rehabilitasi, bioteknologi dan laboratorium, serta perabotan rumah sakit.[rea]






