Lamongan (beritajatim.com) – Yayasan Lentera Abdi Pendidikan Indonesia (API) bersama Give Society sukses menggelar Islamic Social Expedition di 5 (lima) negara di Asia Tenggara. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk aksi sosial kemanusiaan pada tingkat internasional.
Islamic Social Expedition tersebut berlangsung mulai bulan April hingga Mei 2004 dengan melibatkan 15 relawan dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun negara yang dikunjungi untuk ekspedisi sosial dan pendidikan itu yakni Singapore, Malaysia, Thailand, Kamboja dan Vietnam.
Menurut Ketua Yayasan Lentera API, Lana Faiqoh Zahiroh, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam aksi sosial kali ini, diantaranya Historical Journey of Islam, berkunjung ke berbagai komunitas muslim, belajar di Nasyrul Qur’an (Percetakan Al-Qur’an terbesar di dunia setelah Makkah Madinah), dan lainnya.
“Islamic Social Expedition merupakan aksi sosial kemanusiaan pada tingkat internasional. Ada beberapa kegiatan di dalamnya, seperti kelas inspirasi, Indonesia berbagai buku, tebar hijab syar’i, pemberian AL-Qur’an terjemahan Bahasa Kamboja, makan bersama, dan masih banyak lagi,” kata Lana, Senin (13/5/2024).
Lana juga menjelaskan bahwa aksi ini mampu menciptakan kebersamaan antar umat Islam di Asia Tenggara, khususnya pada negara-negara muslim minoritas yang Lentera datangi. Selain itu, Lentera juga melihat dan mendalami bagaimana sisi sosial dan pendidikan yang berlangsung di negara setempat.
“Alhamdulillah, kegiatan ini menambah wawasan dan pengalaman kami semua. Kami banyak belajar dan bersyukur. Kalau pendidikan di Singapore dan Malaysia tidak diragukan lagi, sedangkan di Thailand, Vietnam apalagi di muslim Kamboja ternyata penuh dengan tantangan yang membuat kami bersyukur mendapatkan fasilitas pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.
Lebih jauh, Lana menegaskan bahwa Lentera API juga ingin mengoptimalkan peran dan kontribusinya kepada masyarakat di Indonesia, utamanya pada bidang sosial kemanusian dan pendidikan. Dengan demikian, manfaat yang didapat akan semakin bisa dirasakan oleh banyak pihak.
“Kegiatan ini menjadi bahan evaluasi kami bersama untuk memberikan peran bagi sosial kemanusiaan dan pendidikan di pelosok-pelosok desa di Indonesia,” tandasnya.[riq/aje]






