Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan ini festival Halloween menjadi sorotan para warganet, usai Arab Saudi disebut mengizinkan perayaan tersebut. Umumnya, pemerintah melarang acara yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran islam. Namun saat ini berbeda dengan era kepemimpinan raja Salman.
Berikut beberapa di antaranya yang dilegalkan pemerintah Arab Saudi, mulai mengizinkan konser, festival budaya, pembukaan bioskop, memakai bikini di pantai, arena olahraga, hingga pelonggaran terhadap hak perempuan.
1. Perayaan Natal Kian Terang – Terangan
Beberapa warga asing menyebutkan jika perayaan natal semakin meriah di negara tersebut, dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya yang senyap, ketat, dan tertutup.
Hal ini dibuktikan pada Desember 2021 lalu, tampak kafe hingga restoran berhiaskan dekorasi natal dan diberi salju buatan.
2. Perayaan Malam Tahun Baru Masehi
Jika sebelumnya perayaan tahun baru Masehi di Arab Saudi dilarang, namun pada penghujung 2021 lalu diketahui negara ini telah merayakan malam tahun baru pertama kalinya di Boulevard Riyadh City.
[berita-terkait number=”5″ tag=”arab”]
Dalam perayaan tersebut, cukup banyak pengunjung yang hadir untuk bersenang – senang. Perlu diketahui, hal tersebut merupakan perayaan malam tahun baru pertama Arab Saudi yang digelar di tempat terbuka.
3. Perayaan Valentine yang Dilegalkan
Seperti yang diketahui jika Valentine Day di Arab Saudi merupakan hal illegal karena berstatus hari libur tidak islami.
Namun, beberapa tahun terakhir pemerintah Arab Saudi melonggarkan aturan tersebut dan membuat Hari Valentine menjadi populer di warga Saudi.
4. Perayaan Imlek
Selain Hari Valentine, Arab Saudi juga merayakan tahun baru Imlek 2022 di Riyadh pada Februari lalu.
Dalam perayaan ini, terdapat layar iklan yang menyala terang, menampilkan gambar kebudayaan Cina, seperti rumah tradisional dan lampion merah. Selain itu beberapa ucapan selamat juga terlihat dalam bahasa Cina, Inggris, hingga Arab.
Tidak hanya itu, ada juga pertunjukan air mancur yang ditemani musik tradisional Cina.
5. Perayaan Halloween
Arab Saudi dilaporkan menggelar festival Halloween pada 31 Oktober kemarin. Perayaan ini diberi nama “Akhir Pekan Menakutkan” yang berlangsung di Boulevard Riyadh.
Scary Weekend merupakan acara bertema kostum kedua di Riyadh. Acara serupa juga pernah berlangsung pada awal tahun pada 17 sampai 18 Maret.
Orang – orang yang mendatangi lokasi itu mengenakan kostum bertema hantu, dan beberapa mengenakan kostum mewah.
Pada perayaan tersebut, sebagian pengguna sosial media menyoroti tentang izin perayaan non-muslim yang sebelumnya pernah dilarang, sementara Saudi disebut tidak mengizinkan perayaan Maulid Nabi Muhammad yang dikenal sebagai Al Maulid.
Dikutip dari New York Time, jika acara ini didanai oleh pemerintah Saudi, mereka sengaja menggelar festival sebelum Halloween agar tak terlihat memperingati festival tersebut.
6. Legalkan Alkohol dan Bikini
Dikutip dari laporan Wall Street Journal (WSJ), bahwa Arab Saudi akan mengizinkan edaran minuman beralkohol dan penggunaan bikini di kota mega futuristik baru milik Saudi. Hal ini dikaitkan dengan dibukanya sebuah resor pantai di Neom tahun 2023 mendatang. (frs/nap)






