Surabaya (beritajatim.com) – Anggota DPRD Jawa Timur, Ubaidillah, menyampaikan duka atas ledakan rumah produksi petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Insiden tersebut merusak 12 rumah warga dan memicu ketakutan di tengah masyarakat.
“Saya menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam kepada para korban dan keluarga terdampak. Ini musibah yang tidak boleh kita anggap sebagai kejadian biasa,” ujar Ubaidillah, Jumat (20/2/2026).
Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan itu menyebut peristiwa ini sebagai peringatan serius bagi sistem regulasi bahan peledak di Jawa Timur. Dia meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aturan yang ada agar kejadian serupa tidak terulang.
“Perlu evaluasi menyeluruh terhadap perda dan aturan teknis terkait petasan serta bahan peledak. Sinkronisasi dengan regulasi nasional, termasuk ketentuan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, harus benar-benar solid,” katanya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu juga meminta pengawasan distribusi bahan baku petasan diperketat. Dia mempertanyakan legalitas produksi dan penyimpanan bahan peledak di lokasi kejadian.
“Kita harus menelusuri apakah ada izin usaha produksi atau penyimpanan bahan peledak di lokasi itu. Kalau tidak ada izin, berarti ada kelalaian serius yang tidak boleh ditoleransi,” tegasnya.
Dalam aspek penegakan hukum, Ubaidillah mendorong aparat bertindak tegas terhadap produsen dan distributor ilegal. Dia berharap proses hukum berjalan transparan dan menjangkau seluruh pihak yang terlibat.
“Proses hukum harus transparan dan menyentuh seluruh mata rantai, termasuk pihak yang memasok bahan berbahaya. Koordinasi dengan Kejaksaan Republik Indonesia penting agar berkas perkara tuntas sampai pengadilan,” ujarnya.
Dari sisi mitigasi, dia meminta audit kesiapan tanggap darurat di tingkat desa serta evaluasi respons cepat BPBD bersama pemerintah provinsi. Ubaidillah juga mendorong edukasi menjelang Ramadan dan Idulfitri agar tradisi tidak berujung pada risiko keselamatan.
“Saya akan mendorong hearing dengan OPD terkait dan membuka ruang partisipasi warga, karena jangan sampai ledakan reda lalu perhatian ikut menguap,” pungkasnya.[asg/ted]






