Blitar (beritajatim.com) – Suasana khidmat dini hari di Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, berubah menjadi mencekam. Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari aktivitas peracikan petasan menghancurkan bagian belakang sebuah mushola setempat pada Selasa (17/3) dini hari. Akibat insiden ini, dua orang remaja dilaporkan mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, ledakan terjadi sebanyak dua kali dengan interval yang singkat. Suharyo, salah seorang warga sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi, menggambarkan betapa mencekamnya situasi saat itu.
“Ledakannya terjadi dua kali, suaranya sangat keras seperti dentuman meriam,” ujar Suharyo pada Selasa (17/03/2026).
Ia menambahkan bahwa pusat ledakan berada di area bagian belakang bangunan mushola. Warga yang terkejut segera berlarian keluar rumah dan mendapati kepulan asap serta kerusakan parah pada bangunan rumah ibadah tersebut.
Kekuatan ledakan ini tergolong masif. Berdasarkan pantauan di lapangan, atap bangunan di bagian belakang mushola hancur berantakan. Tak hanya itu, seluruh kaca jendela di area tersebut pecah berkeping-keping akibat gelombang kejut (shockwave) ledakan.
Dampak paling fatal dialami oleh dua orang remaja yang diduga tengah meracik bubuk mesiu atau petasan di lokasi tersebut. Keduanya ditemukan dalam kondisi luka parah.
“Ada dua orang katanya yang luka (serius). Langsung dibawa ke rumah sakit tadi,” imbuh Suharyo.
Identitas kedua korban hingga kini masih dalam pendataan pihak terkait. Hingga berita ini diturunkan, area mushola telah disterilisasi dan dipasang garis polisi (police line) untuk kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Warga dilarang mendekat demi keamanan dan guna menjaga keaslian bukti-bukti di lapangan.
Namun, pihak kepolisian masih enggan berkomentar lebih detail mengenai insiden ini.
Baik Polsek Udanawu maupun Polres Blitar Kota belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi pasti, jumlah bahan peledak yang terlibat, maupun status hukum dari para korban. (owi/ian)






