Malang (beritajatim.com) – Prodi D3 Teknik Listrik Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menciptakan smart fast charging untuk alat pengisian cepat baterai sepeda motor listrik yang lebih efektif. Teknologi yang dinamai Smart Fast Charging Nasional Power ini akan digunakan untuk membidik kebutuhan masyarakat akan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Kaprodi D3 Teknik Listrik ITN Malang, Eko Nurcahyo menjelaskan, teknologi fast charging bisa melakukan pengisian baterai dengan waktu yang efektif. Sehingga waktu pengisian daya baterai menjadi singkat.
“Kami sedang mengembangkan model fast charging untuk SPKLU dengan pengisian yang lebih cepat. Sehingga masyarakat tidak menunggu terlalu lama didalam mengisi ulang baterai dan jangan khawatir, pengisian baterai ini juga memperhatikan unsur safety,” kata Eko, saat ditemui di Kampus 2 ITN Malang.
Kelebihan utama alat ini, kata Eko, yaitu dilengkapi fast charging scanning systems. Fast charging memiliki kemampuan mengisi sepeda dan mobil listrik dengan spesifikasi baterai antara 12-60 volt, dan arus 1-5 ampere menggunakan scanning sistem. Fast Charging Nasional Power khusus untuk pengisian baterai lithium ion.
Alat ini dilengkapi baterai manajemen sistem (BMS) yang mampu mengatur temperatur suhu tegangan saat melakukan pengisian daya. BMS ini melindungi baterai dari suhu tinggi sekaligus dapat mencegah terjadinya overcharge dan over discharge.
Umumnya, kata dia, sepeda motor listrik mempunyai tegangan yang berbeda-beda. Ada yang 12 volt, 25 volt, 48 volt, 60 volt.
[berita-terkait number=”3″ tag=”itn-malang”]
Sementara SPKLU hanya menyediakan satu tegangan. Sehingga sepeda motor listrik harus mencari SPKLU sesuai tegangannya.
“Makanya, fast charging ITN Malang dinamakan smart fast charging karena bisa mengisi bermacam sepeda motor listrik sesuai dengan tegangannya. Dan, karena ini fast charging maka jangka waktu pengisian baterai sekitar 15 sampai 30 menit. Karena umumnya pengisian baterai motor listrik membutuhkan waktu sekitar 2 jam,” jelas Eko.
Selain itu, ada by scanning sistem, alat ini tersebut dinamakan smart fast charging, karena menyediakan daya untuk berbagai jenis sepeda motor listrik. “Semisal daya sepeda listrik berdaya 48 volt, sekian ampere. Nanti akan tepat mengisinya. Jadi tidak ada kelebihan tegangan, dan aman,” imbuhnya.
Smart Fast Charging Nasional Power berlogo ITN tersebut punya dimensi 330 cm x 330 cm x 1.200 cm. Pembangkit listrik untuk pengisian smart fast charging dapat memakai listrik dari PLN ataupun dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Smart Fast Charging Nasional Power sudah diujicobakan kepada sepeda listrik buatan SMK Nasional Malang. [dan/beq]






