Surabaya (beritajatim.com) – Kota Surabaya kebanjiran wisatawan selama momen libur panjang Lebaran 2024.
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya mencatat kenaikan signifikan hingga 100% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Naik pasti naik, sekitar 50 persen dari tahun kemarin. Tahun lalu puluhan ribu, sekarang sudah ratusan ribu. Kemarin 100-an, sekarang 200-an. Naik 100 persen,” ujar Kepala Disbudporapar Surabaya, Hidayat Syah, Rabu (17/4/2024).
Dari ratusan ribu wisatawan tersebut, Hidayat mengungkapkan bahwa mayoritas memilih mal sebagai destinasi utama. “Pengunjung lebih banyak berbelanja ke mal saat mereka berkunjung ke Surabaya,” terangnya.
“Selama kita amati, Kota Surabaya ini menjadi jujukan. Ada yang tidak mudik karena di Balai Kota ramai. Paling banyak di mal, hampir semua mal ramai karena pas dengan Surabaya Shopping Festival. Jadi, banyak yang ke sana,” tambah dia.
Meskipun mal menjadi primadona, Hidayat menyebut Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran juga tak kalah ramai. Di sisi lain, Kebun Binatang Surabaya (KBS) justru mengalami penurunan jumlah pengunjung.
“THP ramai. Kalau mereka mau liburan, beli sesuatu, makan, mereka ke mal. Tapi, kalau mereka mau liburan tok, mereka ke Kenjeran. Justru yang menurun itu KBS. Wisatawan yang lain naik,” ungkapnya.
Penurunan di KBS dianalisa Hidayat karena banyaknya masyarakat yang memilih pulang kampung. “Soalnya orang banyak pulang kampung. Kalau dulukan masih dianjurkan untuk tidak pulang dulu,” terangnya.
Hidayat menambahkan bahwa jumlah pengunjung di tempat wisata milik Pemkot Surabaya mencapai belasan hingga puluhan ribu. Namun, kontribusi pengunjung mal jauh lebih tinggi.
“Sekitaran di Kenjeran hampir 15 ribu waktu hari Minggu. Yang di mal memang lebih tinggi pengunjungnya,” pungkasnya.[asg/aje]






